| Red-Joss.com | Jangan bangga dan merasa hebat, ketika kita menyebarkan berita atau konten yang viral itu. Gara-gara takut didului orang lain, kita tidak kroscek sumber atau keakuratan berita itu, dan ternyata hoaks.
Reaksi setiap orang yang menyebar berita hoaks itu tentu tidak sama antara yang satu dengan yang lain. Ada orang yang malu, menyesal, atau sedih, karena sembrono dan merasa bersalah. Ada yang cuwek, masa bodoh, dan tidak peduli. Tapi ada juga orang yang senang dan bangga, karena berita hoaks yang disebarluaskan itu bakal menjatuhkan capres lawan politik pilihannya, dan seterusnya.
Ketika kita menyebar berita hoaks itu, apakah kita tahu konsekuensi terhadap efek yang ditimbulkan maupun akibat yang harus kita pertanggungjawabkan?
Jika tidak hati-hati dan sembrono, kita bisa berurusan dengan hukum, dan masuk bui. Menyesal pun tiada guna, selain kita menanggung aib, karena malu. Keluarga juga jadi susah.
Apakah keisengan, kesengajaan, atau kesembronoan itu sepadan dengan akibat dan derita yang harus kita tanggung?
Sesungguhnya keuntungan apa yang kita peroleh dengan menyebar hoaks itu?
Sesungguhnya kesalahan apa yang dilakukan orang itu, sehingga kita membencinya?
Tidak harus ikut-ikutan fanatisme buta demi solidaritas yang sesatkan itu. Sesungguhnya setiap orang itu bertanggung jawab dengan perilakunya sendiri (Rom 14:12).
Berpikirlah jernih, dan jadilah bijak!
Ketika kita ingin meng“copy paste” suatu berita, alangkah baik, jika bertanya pada diri sendiri. Apa keuntungan untuk kita dan apa pula manfaatnya untuk orang lain?
Postingan hal-hal jelek, jahat, dan negatif itu tidak hanya menyesatkan dan meracuni orang lain, tapi, juga racuni, hancurkan, dan bahkan mematikan diri kita sendiri.
Coba tanya diri sendiri, apakah kita berasal dari yang jahat, dan milik dunia?
Sesungguhnya, semua agama itu mengajarkan yang baik dan benar agar kita hidup saling mengasihi satu dengan yang lain.
Tidak ada guna kita menyebarkan berita hoaks demi fanatisme buta, rugikan orang lain, bikin gaduh, dan onar. Lebih baik kita menyebarkan hal-hal positif yang bermanfaat dan menentramkan suasana. Sehingga jadi tenang dan damai.
Selalu semangat menyuarakan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Meski hal itu dibenci oleh manusia, tapi sangat disukai oleh Allah!
Jadilah corong cinta kasih Allah!
…
Mas Redjo
…

