| Red-Joss.com | Sabda Tuhan yang di kala kecil kudengar, yakni “Jika seseorang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu” melekat sebegitu dalam dan hadir sepanjang rentang hidupku bagaikan kompas dan pelita setiap kali ada perilaku dari orang lain yg merendahkan atau yang mengeksploitasi otoritasnya berlaku tidak adil lewat orang lain.
Kesaksianku: Berulangkali Tuhan hadir menyelamatkan hidupku lewat sabda-Nya itu.
Dari beberapa pengalaman unik yang saya alami, ada satu pengalaman yang sangat aneh, tak masuk akal dan ‘njelehi’. Setelah pensiun dipercepat, ex bos sekaligus sahabatku dengan lirih berkata: “maaf Mas, saya dulu menggaji sampean ‘underpaid’, karena ada pesanan demikian.”
Jawab saya: “Seaneh dan apa pun pesan itu, tidak akan merubah persahabatan kita. Sing wis yo uwis. Toh sudah terjadi 30 tahun yang lalu. Kita lanjutkan saja hidup ini dengan cakrawala baru.
Memang, yang benar mestinya tidak begitu. Alih-alih menolong, ketika seseorang sedang berjuang menjalani hidupnya, ada saja yang tega memakai pengaruhnya mempersulit orang lain.
Sampai sekarang tetap tidak mudah memahami sabda ini: “Jika seseorang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu.”
Tetapi, walau lewat hal-hal yang sederhana, saya dapat menjalani sabda-Nya itu, antara lain dengan cara rela menerima hal-hal yang tak saya harap. Bagiku itu sebuah karunia.
Tekun berbagi cahaya sebagai sebuah karunia.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

