Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Salam
hormatku kepadamu
wahai sang penabur suri teladan abadi
sang guru agung
Dikau mendengus desau nafas keabadian
Sungguh terkenang aku pada keagungan pribadimu
(Pada Sepotong Catatan)
…
| Red-Joss.com | Di saat dunia pendidikan kita yang ternyata belum menghasilkan tamatan yang berkualitas serta masih kocar-kacirnya sistem pendidikan kita, saya menurunkan tulisan ini demi “mengapresiasi kehebatan sang Guru sejati serta kemuliaan bagi sang murid berhati emas.”
Yue Fei, pahlawan besar dari Dinasti Song, China, adalah seorang anak yatim piatu. Maka, dia tidak bersekolah, karena ketiadaan biaya.
Namun, setiap hari dia memandang ke dalam sebuah kelas, di saat Guru Zhou Tong sedang mengajar.
Sang Guru itu menyadari, bahwa si anak miskin ini rupanya sangat cerdas, karena dia selalu menggunakan ranting kayu untuk menulis di tanah sambil mendengar pelajaran.
Suatu hari, sang Guru menawarkan kepadanya, agar dia mau bersekolah. Tawaran itu diterimanya.
Karena dia tekun belajar, dia pun menjadi master dalam bidang literatur pun ilmu strategi berperang. Dia pun diangkat menjadi jenderal.
Di saat Zhou Tong wafat, sang jenderal pun mengadakan upacara kebesaran bagi sang gurunya itu.
Ketika sebelum gurunya wafat, tanggal 1 dan 15 setiap bulan, dia mengunjungi mantan gurunya itu.
Yang menarik adalah, setiap kali dia tiba di rumah sang guru, dilepaskannya tiga anak panah ke langit, sambil berkata, “Guru telah mengajarkan saya cara menjadi orang berguna dan setia kepada negara, dan saya tidak dapat melupakan kebaikan guru.
(Chinese Inspiratif Story, Kornelus Sabat).
Saudaraku, siapa dan profesi apakah di dunia ini, yang luput dari tangan dingin serta jasa dan kebaikan seorang guru?
Bukankah, semua tokoh besar, semua pahlawan, bahkan semua profesi hebat, berasal dan berkat jasa seorang guru?
Bahkan di dalam bidang keagamaan, pun ada tokoh-tokoh agung yang juga memiliki guru-guru agung. Saya pun teringat Musa, guru Yoshua. Elia, guru Elisa. Paulus, guru Timoteus dan Titus. Bahkan, Yesus pun disebut Rabi.
Alangkah mulianya hati serta tangan sang guru!
…
Kediri,ย 21ย Meiย 2023

