“Silence is better than bullshit.”
-Rio, scj.
…
| Red-Joss.com | Banyak orang suka becanda dengan kata-kata, tapi bohong. Kita serius mendengarkan, ee, ternyata dibohongi. Kita jadi kesel dan dongkol.
Bicara soal bohong, mungkin juga kamu sering berbohong, lho. Coba cek lima hal ini, apakah sering kamu melakukannya.
Pertama, katanya sih besok. Besoknya lagi, kau akan bilang besok lagi deh. Katanya hari ini mau diet, tapi dietnya kan besok. Katanya mau bangun pagi, denger alarm jam langsung dimatikan. Bangun paginya khan besok. Ya, jadi menunda, menunda, dan menunda lagi. Jadi, komitmentlah dalam hidup.
Kedua, mau datang ontime, tapi bohong. Bilangnya 5 menit lagi, tapi nyatanya 15 menit tidak muncul. Ditunggu dengan sabar, malah hapenya tidak bisa dihubungi. Katanya sudah on the way, pada hal masih di rumah. Jadi, hargailah waktu.
Ketiga, katanya sih tidak diulangi lagi. Kau tentu pernah kamu berjanji tidak bakal mengulangi lagi, eh nyatanya kesalahannya diulangi lagi.
Keempat, katanya sih terserah, tapi ujung-ujungnya marah. Biasanya sih dilakukan oleh wanita, sampai para pria bilang wanita susah dimengerti. Contohnya diajak makan di mana, jawabanya terserah, deh. Ketika diajak makan di suatu tempat bilang kok makannya di sini, sih. Ketika ditanya mau kamu makan di mana? “Terserah deh.” Lho, ujung-ujungnya kok marah.
Kelima, katanya mulai lagi dari nol. Tapi kenyataannya senang sekali mengungkit-ungkit masa lalu.
Paling tidak itu lima kebiasaan “tapi bohong” yang sering kita lakukan. So, sebagai orang beriman buatlah hidupmu jujur. Menepati apa yang kamu katakan dan janjikan.
Deo gratias.
…
Edo/ Rio, Scj

