Oleh Fr. M. Christoforus, BHK
“Lewat ujung jemarinya, sang pelukis pun sanggup melukis seraut wajah malaikat pun setan.”
(Anonim)
…
| Red-Joss.com | Siapa itu sang pelukis? Dia, adalah seorang seniman di bidang melukis.
Sang pelukis tidak hanya membutuhkan setangkai kuas, wadah berupa kertas atau dinding, atau pun tembok, bahan cat berwarna-warni; tetapi juga lebih-lebih, suasana spesial untuk mendapatkan setangkai inspirasi, serta sebuah visi menyangkut tema lukisannya.
Sang pelukis adalah seorang karyawan, artis, seniman yang syarat dengan imajinasi serta kreativitas.
Beberapa tahun lalu, di kota Malang, saya pernah menjuluki seorang siswa di SMAK Frateran, Malang sebagai sang pelukis wajah.
Mengapa saya menyimpulkan demikian? Karena saya melihat, hampir semua tema lukisannya, didominasi oleh lukisan bertemakan seraut wajah.
Saudaraku, saya juga teringat akan sebuah ucapan masyhur, bahwa betapa hebatnya sang seniman itu. Karena dia ternyata sanggup juga melukis seraut wajah, baik malaikat pun setan.
Jadi, sesungguhnya, sang pelukis itu adalah sang imajiner yang jiwa lenturnya mengembara, mencari aneka inspirasi serta ide-ide segar sebagai bahan dasar lukisannya.
Dalam menuangkan ide serta imajinasinya, sang pelukis dianggap sebagai pribadi yang turut ‘mencipta kembali’ isi ciptaan ini. Karena, dia pun sanggup melukis semesta ini lewat kekayaan imajinasi serta kreativitas daya seninya.
Mungkin saudara pun masih teringat, akan kepiawaian serta keagungan lentur ujung jemari sang pelukis dunia, Michael Angelo yang telah menuangkan seluruh kekayaan nuraninya di atas plafon kapel Sistine di Vatikan.
Saudaraku, Tuhan telah menciptakan kita dan mengaruniakan aneka bakat serta talenta kepada masing-masing manusia. Tuhan, Sang Seniman Sejati itu, menghendaki agar sang manusia, pun turut mencipta lewat aneka karunia serta kharisma yang diberikan Tuhan.
Lewat tulisan kecil ini, saya ingin menyadarkan kita selaku manusia berpotensi, agar rela mengembangkan potensi diri demi turut membangun semesta ini.
Lewat aneka bakat serta karunia, kita pun dapat memuji dan memuliakan keagungan serta keindahan Sang Gusti Allah.
Ternyata saudara, tidak sedikit dari para seniman lukis, yang telah mengekspresikan lentur ujung jemari mereka, demi melukis wajah agung Sang Tuhan. Seraut wajah berbelas kasih serta cinta.
(Deus caritas est).
Sang pelukis sejati, lewat lentur ujung jemari seninya itu akan sanggup mengekspresikan sang keindahan sejati.
…
Kediri, 20 Mei 2023

