Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Penyabar itu kekasih Tuhan.”
“Saya bisa sangat sabar, asalkan pada akhirnya, saya mendapatkan sesuatu yang saya inginkan.”
(Margareth Thatcher)
…
| Red-Joss.com | Secara rohani spiritual, saya sungguh menyadari, bahwa penyabar itu adalah benar-benar sebagai kekasih Tuhan.
Bukankah, Tuhanlah Sang Penyabar Sejati? Tuhanlah sumber serta asal seluruh kesabaran itu. Maka, para penyabar itu dijuluki sebagai kekasih-Nya.
Tetapi, harus pula diakui, bahwa alangkah sulitnya untuk dapat bersikap sabar. Bersabar sejauh mana? Bersabar dalam hal dan konteks apa?
Bagaimana saya akan dapat bersabar, jika hati saya tengah mendidih.
Kata orang, bersabarlah bak orang memelihara ‘bambu cinaโ.
Saudaraku, begini proses orang memelihara bambu cina. Jika menanam bibit bambu cina di dalam pot, maka, sehari dua kali disirami, saat pagi dan petang.
Selama enam tahun pertama, penyiramannya harus rutin setiap hari. Jika terlewati sehari saja, percayalah tanaman itu pasti mati. Sehingga ada orang yang menganggap, bahwa para pemeliharaan bambu cina itu sebagai orang aneh. Mengapa? Karena Anda harus bersabar dan menyirami selama enam tahun dan tanaman itu pun belum tampak pertumbuhannya.
Akan tetapi, setelah enam tahun, artinya pada akhir tahun keenam, baru muncul tunas bambu itu.
Dalam waktu enam bulan ke depan, bambu cina itu akan bertumbuh tinggi semampai dan akan melewati tanaman di sekitarnya.
Kesabaran adalah misteri terbesar di balik keagungan seorang manusia. Dunia telah membuktikan, bahwa alangkah sulitnya untuk dapat bersikap sabar.
Maka, setiap pribadi yang dapat bersabar di dalam hidup ini, sungguh sebagai sebuah misteri besar.
Bagaimana orang bisa sesabar ini, jika wajahnya sudah diludahi, dan dia pun tetap tenang. Bagaimana orang masih bisa bersabar, jika ternyata hak-hak hidupnya telah dirampoki?
Tetapi, saya masih teringat akan nasihat agung seorang Guru Agung. “Hendaklah kamu tetap bersabar serta murah hati.” Hal itu bermaknakan, bahwa sesungguhnya sang manusia ini mestinya bisa bersikap lebih sabar, karena Sang Kebijaksanaan Sejati pun telah menghimbau sang manusia untuk rela bersabar.
Kenyataan pun telah membuktikan, bahwa sang penyabar biasanya akan memetik faedah besar setelah dia sungguh bersabar.
Margareth Thatcher, mantan perdana menteri Inggris yang dijuluki ‘wanita besi’ memiliki target di dalam kesabarannya. Dia pun sungguh yakin, bahwa di balik sikap sabarnya, dia akan mendapatkan keuntungan.
Saudaraku, berbahagialah, jika ternyata saudara masih bisa lebih bersabar di dalam hidup ini.
…
Kediri, 16 Mei 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

