| Red-Joss.com | Sesekali kita tentu pernah melihat anak-anak bermain, berteriak, atau berlarian di dalam gereja, padahal misa kudus sedang berlangsung. Apa reaksi dan tanggapanmu?
Ada sebagian orang beranggapan, pemandangan itu merupakan hal yang wajar, namanya juga anak-anak.
Ada sebagian orang bersikap tak peduli, karena duduk di bangku deretan depan dan jauh dari anak-anak itu, sehingga tidak merasa terganggu. Karena yang utama dan penting adalah kita harus fokus mengikuti misa kudus.
Ada juga orang yang beralasan, Yesus mengasihi anak-anak. Ada tertulis dalam firman-Nya, “Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga.” (Mat 19:14)
Apa pun alasan yang dikemukakan umat, baik yang merasa terganggu atau tidak, semua itu harus diperhatikan dan disikapi dengan bijak demi kesakralan dan suasana khidmat misa itu.
Sesungguhnya, mengajak anak dan mengenalkan misa kudus itu baik, bahkan amat baik. Tujuannya agar benih iman itu bertumbuh dan mengakar kuat pada pribadi anak untuk mengasihi Tuhan Yesus dan sesama.
Dengan mendampingi, bimbing, dan arahkan anak agar beribadah secara baik dan benar. Jadi, tidak seharusnya kita melepas anak, membiarkan bermain-main atau berlarian sehingga mengganggu umat yang lain.
Seandainya anak itu rewel dan merasa tidak nyaman di dalam gereja, kita dapat menenangkan, memberi pengertian atau mengajak anak itu ke luar. Bisa juga kita menitipkan anak ke kakak BIA (Bina Iman Anak).
Jikapun anak-anak itu tetap berisik di dalam gereja dan orangtua tidak peduli atau asyik bermain hape, petugas tata tertib dapat minta tolong pada orangtua itu untuk memperhatikan dan mendampingi anaknya agar tenang. Sehingga tidak mengganggu umat yang sedang mengikuti misa kudus.
Sesungguhnya, sebagai orangtua, selain mendampingi anak, kita juga diajak untuk mendengarkan, memahami dan melaksanakan firman Tuhan.
Yesus mengasihi anak-anak itu benar. Tapi sesungguhnya kita juga diajak untuk miliki sikap hati seperti anak-anak kecil yang berjiwa sederhana, polos, dan tulus itu. Untuk percaya, mengimani, dan mengandalkan Yesus dalam hidup kita.
Semangat tulus hati untuk mengasihi Yesus dan sesama agar kita bahagia.
…
Mas Redjo
…
Foto ilustrasi: Istimewa

