Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Memiliki keberanian bukan berarti tidak memiliki ketakutan.
Memiliki keberanian berarti keberhasilan menaklukan ketakutan.”
(Nelson Mandela)
…
| Red-Joss.com | Kita, mungkin masih ingat akan sejumlah ‘peri bahasa’ berikut ini.
‘Ibarat tikus basah’. ‘Laksana tikus masuk perangkap’. Atau juga, ‘rupa harimau, hati tikus’.
Kini, saya pun teringat akan sebuah dongeng dari India. Ada seekor tikus yang hidupnya sungguh tertekan, karena takut kepada seekor kucing.
Ada seorang tukang sihir yang berbelas kasih kepada tikus itu. Maka, diubahnya tikus itu menjadi seekor kucing.
Namun, setelah itu, ia pun takut kepada anjing. Setelah diubah menjadi anjing, ia malah takut kepada harimau.
Eh, dasar si pengecut kelas kakap. Setelah menjadi seekor harimau, ia malah takut kepada pemburu.
Apa yang terjadi, saudara? Si tukang sihir pun akhirnya angkat tangan.
Dalam hidup ini, tentu kita juga mengenal pribadi-pribadi yang memang bernyali tikus. Artinya, ada fobia rasa takut yang sangat berlebihan di dalam dirinya sehingga pribadi itu sungguh tertekan hidupnya.
Terhadap siapa dan apa pun, dia pasti tidak akan berani bersikap. Dia sudah gugup serta kalah.
Hidupnya sungguh terancam serta bergelimang kecemasan. Karena dia, sungguh dihantui rasa takut.
Sayang dan sungguh sayang, jika ternyata di dalam organisasi atau di dalam lingkungan kerja kita, ada pribadi-pribadi yang bernyali tikus.
Anda mungkin, pernah mencermati gelagat seekor tikus basah. Dia tampak hanya diam dan terpaku di tempat dengan nafas tersengal. Atau mungkin, saudara pernah menyaksikan seekor tikus yang terperangkap? Apa yang Anda saksikan? Tikus itu tampak seolah tidak berpengharapan lagi. Ia sudah kehabisan akal.
Peribahasa ‘rupa harimau, hati tikus’. Ini bermakna semoga kita tidak mudah terjebak akan penampilan yang serba wah, namun sebetulnya, tidak bermakna. Sesuatu yang tampak luarnya sangat mengagumkan, tetapi keropos di dalamnya.
Bagaimanapun juga, di dalam hidup ini, tentu kita membutuhkan sikap berani. Seperti pendapat presiden Nelson Mandela, bahwa kita selaku manusia biasa, tentu juga memiliki rasa takut. Namun, lanjut beliau, kita juga perlu memiliki sikap berani agar dapat menaklukan ketakutan itu.
Sejatinya, ketakutan itu berdampak ‘membunuh manusia’. Membunuh aneka potensi diri. Membunuh mimpi-mimpi serta idealismemu.
Saudaraku, jika seluruh potensi dirimu telah terbunuh, maka kehidupan Anda pun telah berakhir.
…
Kediri, 12 Mei 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

