| Red-Joss.com | Setiap hari kita menerima dua macam karunia dari Allah, yakni pilihan untuk jadi pribadi lebih baik dan kesempatan untuk mewujudkan pilihan itu.
Salah satu caranya adalah: “Berlari untuk orang lain.”
Dasar inspirasinya adalah: dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah … seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri.
Sebut saja Tom namanya. Dia tak pernah sekali pun menjadi juara pertandingan di sepanjang karier larinya di SMA. Sebab Tom adalah seorang ‘pemacu’. Tugas Tom adalah menentukan kecepatan lari untuk diikuti anggota timnya, yang akan mendahuluinya ke garis finis. Jika Tom dapat berlari kencang, ia “memacu” rekan timnya mampu berlari lebih kencang dan berpotensi juara.
Walaupun Tom tidak pernah memiliki tenaga yang cukup hebat untuk menyelesaikan pertandingan dan menang, pelatih menganggap Tom sebagai anggota tim yang sangat berharga dan penting.
Setiap hari kita menerima dua karunia dari Tuhan yakni “pilihan” untuk “berlari lebih kencang” di dalam pertandingan iman dengan “orientasi” keberhasilan orang lain. Kita diminta “…tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya; dan janganlah tiap orang hanya memerhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:3,4).
Teladan hidup seperti itu adalah Yesus Kristus, yang meninggalkan kemuliaan surga untuk jadi manusia sama seperti kita, dan mati di kayu salib sehingga kita dapat beroleh hidup kekal (Filipi 2: 5-8).
Kesaksian imanku hari ini: Suatu hari, lewat WhatsApp, saya diminta atasanku di kampus untuk membantu seorang koordinator baru di satu mata kuliah yang sudah lebih 10 tahun saya tekuni, kembangkan dan ajarkan.
Saya tidak kenal koordinator itu selain nama “Yes” yang dia tulis lewat chat. Seperti apa wajahnya juga saya tidak bisa membayangkan.
Walau demikian dan aneh memang, sama sekali tak ada rasa enggan di hati ini untuk membantu kawan baruku maju dan tumbuh sebagai koordinator.
Alhamdullilah, kemarin dia mengirim foto keluarganya dan … ternyata dia memiliki iman yang sama denganku. Kalaupun tidak, saya akan tetap membantunya dengan kadar mutu yang sama.
Intinya: Jika tindakan baik kita dapat membantu orang lain untuk bertumbuh dan berhasil, selayaknya diterima sebagai karunia dan kita bersukacita.
Saat hadiah kekal diberikan atas pelayanan yang setia kepada Allah, maka para “pemacu” dalam pelayanan akan mendapatkan penghargaan khusus, sebab telah sukses menjadi ‘enabler’ bagi orang lain.
Hingga saatnya itu tiba, mari kita terus berlari agar lebih banyak lagi orang lain menjadi pemenang.
Tetap bersemangat bersaksi tentang kesetiaan menjadi pemacu.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

