Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Dalam pengalaman pemilu yang lalu, juga pilkada di beberapa daerah, ada janji-janji dari politisi. Masyarakat terbuai janji dan tertarik sehingga memberikan suara dukungan. Ada harapan akan terwujud janji-janji tersebut ketika mereka sudah menduduki jabatan.
Janji-janji dari para caleg antara lain; membuat jalan raya, membantu dana desa, memasukan instalasi listrik, memperbaiki sekolah dan โPustuโ, serta janji lainnya. Yang mengherankan, adalah jarang dipertanyakan oleh masyarakat, dari mana dana untuk merealisasikan semua janji itu. Lalu, apakah tugas pokok dan fungsi legislatif adalah melakukan pembangunan sarana tersebut. Maka, sering terjadi ketimpangan komunikasi, karena yang memberi janji dan yang mendengarkan, seolah-olah sudah saling mengerti dan saling percaya.
Hal yang sama terjadi juga saat pilkada. Calon eksekutif menjanjikan banyak hal untuk membangun daerah. Semuanya kedengaran sangat logis dan penuh kepastian. Namun, saat kesempatan dialog dengan masyarakat, jarang ditanyakan sumber dana dan kewenangan setiap pejabat publik, khususnya pimpinan eksekutif daerah. Lalu, setelah mereka terpilih dan menjalankan tugas, baru masyarakat mulai sadar, bahwa janji itu tinggal janji.
Ada berbagai komentar dan protes terhadap legislatif dan eksekutif, berkaitan dengan janji saat kampanye mencari dukungan suara. Hal ini sering terjadi dalam sejumlah pemilu yang lalu, juga saat pilkada. Fenomen ini sepertinya menjadi lagu lama, janji-janji politik.
Hemat saya, pembelajaran menarik bisa diambil dari pengalaman tersebut. Agar masyarakat tidak termakan janji-janji politik, maka perlu dua hal berikut.
Pertama, harus belajar mengetahui tugas pokok dan fungsi legislatif maupun eksekutif. Harus tahu hak dan kewenangan mereka serta kewajibannya kepada publik. Juga harus tahu soal anggaran pembangunan yang selama ini ada, termasuk alokasi dana desa.
Kedua, perlu berani bertanya saat dialog atau bicara lewat media sosial untuk membahas dan mengkritisi janji-janji politik para caleg dan calon eksekutif. Dengan demikian, janji-janji politik semakin realistis dan jangan ada dusta di antara kita. Rakyat harus semakin kritis dan cerdas dalam menggunakan hak pilihnya.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

