Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Alam semesta bisa berjalan dengan hukum alam tanpa manusia. Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa alam. Desiran darah dan desah nafas sangat tergantung pada alam lingkungan. Manusia berasal dari tanah, hidup di atas tanah, kembali kepada debu tanah.
Namun, tidak semua manusia menyadari dan peduli pada relasi kemutlakan itu. Bahkan manusia membuat sampah, polusi dan merusak alam lingkungan demi puaskan kerakusan dirinya. Lalu, ketika merefleksikan hal itu, saya coba mencatat dalam sajak:
Membaca Ayat Darah dan Nafas
Dedaunan pohon hening
menulis kisah cerita misteri
pada lembaran halaman angin
Entah angin sepoi basah
Entang angin Timur Barat
Entah angin Utara Selatan
Entah angin badai topan
Entah angin siang atau malam
Dalam gulita malam kelam
Jangkrik dan serangga sibuk
Menenun warna-warni tragedi
pada kerlip bibir bintang
abadikan darah dan jasad insan
yang tercabik keganasan hasrat
Agar dibaca besok pagi
oleh matahari dan debu
sebagai bapa dan ibu
Orangtua alam jagat Semesta
Kawanan kelelawar zaman berpesta
panen buah tanpa menanam
Sambil tertawa asyik bercerita
Tentang tikus-tikus berdasi
yang mencuri uang rakyat
yang mempermainkan aturan hukum
Sambil tebar pesona bangga
karena kekuasaan dan tahta
bisa dibeli dan diperdagangkan
bisa dikendalikan dengan kata
Membungkam mereka yang tanya
Ombak samudera taat setia
siang malam kabarkan berita
pada pasir pantai nurani
Tentang segala yang diterima
dari langit dan daratan
dari jemari semua insan
Yang tebarkan sampah polusi
di darat, air, laut dan angkasa
Lalu pandai merangkai bunga
sejuta kata penuh bisa
untuk kaburkan semua fakta
Aneka burung terbang siang
Wartakan aneka berita dunia
puaskan dahaga jutaaan anak
kenyangkan lapar para bocah
Yang bernafas dalam kenikmatan
karena sudah terbius narkoba
Dan bisa ciptakan surga
sambil bercanda ria dengan neraka
di rahim gadget dan komputer
Saat diam menyaksikan semua
Ada suara lembut menyapa
“Bacalah kata yang terus ditulis
Menjadi ayat-ayat puitis
pada desir darah jantungmu
Menjadi bait-bait magis
pada lembaran desah nafasmu
Semuanya fakta ada dan terjadi”
Lalu
saat aku melihat dan membaca
Jantung berdebar darah mendesir
Nafas masih berhembus getir
Hidup dan mati terus berpacu
melukis siapa wajah pribadiku
yang terus bergerak berubah
Entahย sampaiย kapan
…
Foto ilustrasi: Istimewa

