Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Sebuah momen yang bersamaan, Hari Peringatan Kartini dan saat berkah Lebaran – Idul Fitri. Semua orang memiliki cara melihat dan mengapresiasi momen tersebut. Aneka makna bisa ditemukan, tergantung kepentingan dan cara pandang masing-masing pribadi. Saya melihat ada berkah yang saling berhubungan, dan coba kucatat dalam sajak:
Hari Raya Idul Fitri dan Hari Kartini
Takbir syukur menggema
sujud di puncak Rahmadhan
Tabir gelap salah khilaf
dihapus cahaya kerahiman Ilahi
berkah Idul Fitri dibagikan
dalam silahturahim sesama saudara
“Habis gelap terbitlah terang”
Perempuan menari sukacita
meramu senyum dan air mata
Nyalakan cahaya di ruang rahim
Kobarkan bara di dapur keluarga
Hidupkan api di tungku peradaban
Biaskan sinar di sanubari insan
Cahaya kasih sayang kodrati
bagi putra-putri kehidupan
“Habis gelap terbitlah terang”
Sejarah telah mencatat fakta
misteri karya Pencipta semesta
Perempuan menyibak misteri
Perempuan menggugat tanya kodrati
pada kisah di taman Eden
Perempuan menjawab tanya asali
pada kisah di gua sunyi
Perempuan nyalakan sinar api
pada kegelapan suku bangsa
Perempuan obati duka lara
pada luka anak zaman
“Habis gelap terbitlah terang”
Takbir berkah Idul Fitri
menggema dalam jiwa taqwa
Sadarkan segenap insan dunia
Sujud mencium telapak ibu
“Surga di telapak kaki Ibu”
Tengadah ucapkan doa syukur
“Allah Maha Kasih dan Rahim”
Kita semua sesama saudara
untuk saling berbagi kasih
untuk saling bergandeng tangan
untuk saling ikhlas melengkapi
“Habis gelap terbitlah terang”
Kartini dan para Ibu
Menangis daraskan doa
bagi putra-putri generasi
Para Ibu Kartini
Tersenyum hidupkan sinar api
sinari gulita bakar mentari
Pada ruang jiwa raga
anak-anak pewaris dunia
Pada cakrawala rumah zaman
generasi titisan sinar Ilahi
Agar surga terjadi di bumi
bersemi damai dan harmoni
“habis gelap terbitlahย terang”
…
Foto ilustrasi: Istimewa

