| Red-Joss.com | Hari ini kita memperkuat dasar pilihan hidup kita: “Mengapa kita harus bahagia?”
Setidak-tidaknya kita harus memiliki satu alasan kuat untuk berbahagia. Dengan alasan yang kuat, akan membuat kita tetap termotivasi untuk meraih kebahagiaan yang kita mau.
Alasan itu bisa tentang diri kita sendiri, pasangan hidup, anak, keluarga, orangtua, pekerjaan, atau apa saja yang dapat kita jadikan alasan yang kuat.
Bagi sebagian orang, alasan terkuatnya adalah keluarga. Jadi mereka melakukan segala upaya untuk membahagiakan keluarga. Mengapa? Karena kebahagian keluarga adalah kebahagiaannya. Ada juga sebagian orang yang mendasarkan kebahagiaannya dari karir pekerjaan. Makin mereka memiliki karir yang bagus, makin besar pula potensi untuk berbahagia.
Apapun alasannya, pilihlah untuk hidup bahagia. Mengapa?
Orang yang bahagia cenderung hidup lebih lama. John Gottman seorang pakar di bidang hubungan pernikahan menemukan, bahwa pasangan yang tetap menikah, hidup lebih lama empat tahun dibandingkan dengan pasangan yang tidak tetap menikah.
Orang-orang yang bahagia lebih memiliki daya tahan terhadap rasa sakit. Orang yang bahagia memiliki emosi yang positif yang membuat mereka lebih mampu menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan. Mereka cenderung lebih optimis dalam menghadapi situasi sulit dibandingkan dengan orang yang tidak bahagia.
Orang-orang yang bahagia lebih mampu menetapkan tujuan yang lebih tinggi. Orang yang bahagia ditandai dengan kepuasan kerja. Mereka juga terlihat mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik.
Orang yang bahagia lebih mampu menyelesaikan masalah hidup dengan lebih baik. Mereka umumnya lebih ulet dan tak mudah menyerah.
“Take responsibility of your own happiness, never put it in other people’s hands.” Roy T. Bennett, The Light in the Heart
Selalu relakan diri untuk berbagi cahaya. Niscaya Anda berbahagia.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

