| Red-Joss.com | Ketika usia sudah menapak senja dan kesehatan raga tak mampu lagi menyangga, “lengser keprabon” adalah pilihan terbijak. Dengan kata lengser, seseorang akan memasuki fase baru dengan peran dan julukan yang baru: “emeritus” atau “minandito“.
Minandito atau madep pandito adalah satu fase kehidupan, bahwa tiap orang, berkuasa atau kebanyakan, ketika sudah saatnya layak memilih cara bakti yang mendekatkan diri dengan Sumber Kehidupan untuk berbenah dan berhikmat.
Dalam kisah Mahabarata, lakon/perilaku semacam itu, dicontohkan oleh Begawan Abiyoso, kakek Pendawa dan Kurawa. Setelah menyelesaikan tugas, beliau menyerahkan tahta Kerajaan Hastina pada Raden Pandu Dewanata, putra keduanya, lantas meninggalkan istana dan bermukim di pertapaan.
Keputusan yang diambil oleh Begawan Abiyoso patut dicontoh. Memang hanya sebuah kisah pewayangan. Namun bukankah itu suatu lelaku yang bijak? Hal seperti itu sangat relevan dilakukan juga di dunia nyata
Tetaplah bercahaya bagai pelita kalaupun pendarnya tak benderang karena usia.
Tetaplah bernilai bagi sesama bagaikan garam yang tak pernah hambar rasa oleh usia dan cuaca :
memberitakan hanya yang benar,
bertutur kata teduh menguatkan,
menjadi titian berkat bagi siapa pun,
menjadi kawan bagi yang terabaikan,
Sesungguhnya hidup ini adalah kesempatan untuk menjadi apa bagi siapa, monggo mawon.
Tetap berkobar berbagi cahaya untuk siapa pun.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

