Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Fakta sejarah, bahwa ada banyak tradisi spiritual, kepercayaan dan agama. Semuanya mempunyai konteks dan latar belakang sejarah, serta ajaran yang luhur. Nama Sang Hyang Agung, Sang Pencipta dan Penyelenggara segala sesuatu ada beraneka ragam.
Dalam kenyataan, demi ajaran luhur spiritual dari setiap kelompok, ternyata relasinya tidak selalu harmonis. Kepentingan para penganut agama, entah pribadi, kelompok atau secara organisasi terjadi saling memfitnah, iri dengki dendam, bahkan bermusuhan dan berperang. Ternyata, unsur keterbatasan manusia berpengaruh. Ada kecenderungan memutlakkan kebenaran agama dan tradisinya, lalu mengkafirkan yang lain. Bahkan berjuang menyerang yang lain, karena berbeda iman kepercayaan dan agama. Saya tulis penggalan itu dalam sajak:
Kepadamu Bunda yang Ditutup Terpal
Salam Maria
Bunda Yesus dari Nazareth
Kudatang tanya padamu
karena kuyakin tugas amanahmu
yang diberikan di bawah salib
oleh Yesus di Golgota
pasti setia engkau lakukan
“Ibu, itu anakmu
Anak, itu Ibumu”
Salam Maria
Gadis sahaja Nazareth
Revolusioner sejarah insani
yang siap jawabi Sabda Ilahi
dengan kata pasrah sahaja
dengan iman sederhana manusia
“Aku ini hamba-Mu, ya Allah, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”
Aku ingin bertanya
“Bagaimana pendapat dirimu
ketika saksikan sejarah dunia
2000 tahun sudah dipercaya
sekaligus juga terus dihina
Kami putra-putri kehidupan”
Salam Maria
sosok sejarah penuh kontroversi
Dipuji dan dimuliakan manusia
dengan ritual doa devosi
dengan aneka tulisan suci
dengan semua pengalaman misteri
Tetapi
terus diwarnai hina fitnah
terus mengalir caci maki
arcamu juga ditakuti
dirusak dan ditutup dengki
Pengikutmu juga dimusuhi
“Siapakah engkau
sehingga hanya arca pun ditakuti?”
Salam Maria
Gadis sahaja penuh tanya
Perempuan sahaja miskin bicara
Wanita dusun yang mulia
Bunda Suci penuh rahmat
Sungguh engkau Sang Revolusioner
tanpa banyak kata bicara
tapi sungguh mengubah dunia
“Doakanlah kami manusia
Mohonkan rahmat Allah
bagi jiwa raga semua manusia
Agar
bisa waras dan bermartabat
Mengalami misteri Sang Pencipta
bisa paham kagumi dirimu
perempuan sederhana berhati mulia”
Salam Maria
Arcamu yang ditutup terpal
Selimuti kami dengan doamu
Tutup pribadi kami dengan rahmatmu
Tuntun diri kami dengan kasih cintamu
Agar
kami mampu tutupi aurat
kami mampu selimuti martabat
kami mampu hiasai iman
Dengan harkat martabat luhur
dalam jiwa dan pikiran
dalam kata dan perbuatan
Sehingga
Layak di hadapan Pencipta
berkenan diย antaraย sesama
…
Foto ilustrasi: Istimewa

