| Red-Joss.com | Pertama: Bekerja Kemput – Komplit
Tabik para gembala, yang besar atau kecil, dari pusat sampai akar rumput. Semua pasti ingin dikenal dan kelak juga dikenang sebagai gembala yang baik, yang jos. Sulitkah?
Sebenarnya tidak sangat sulit asalkan saja selama bekerja, mau menerapkan paugeran “KKMM” Kemput, Komplit, Mumpuni dan juga Mrantasi, dengan tekun dan ajeg, entah dalam kurun dua tahun, tiga, empat, lima atau selama puluhan tahun.
Paugeran ini sederhana saja, bahwa bekerja kemput dan komplet menunjukkan, bahwa gembala itu mumpuni dan mrantasi. Itu berarti, bahwa sang gembala sungguh jos.
Suatu pekerjaan dikatakan selesai dengan kemput, bila pekerjaan itu diselesaikan:
[1] Dari awal: seperti seorang yang berlari mengitari sebuah lapangan. Ia betul-betul lari mengitarinya mulai titik start (awal) dan selesai sampai di tempat itu lagi .Tidak nrabas, tidak potong kompas, tetapi benar-benar mengitari lapangan itu.
Hal sama dengan seorang gembala, jika di parokinya terdiri atas 70 lingkungan, ia kemput mendatangi 70 lingkungan itu. Gembala itu tidak milih-milih, misalnya hanya pergi ke lingkungan yang bisa dijangkau mobil, dan menolak dengan seribu alasan, ketika harus jalan kaki ke lingkungan itu. Itulah kemput arti pertama, yaitu benar-benar bertemu titik mulai.
[2]. Diselesaikan sampai akhir. Kerja kemput artinya nganti pungkasan, sampai batas. Juga disebut nganti entek, rampung, dan berarti tidak setengah jalan. Fakta di lapangan menyebutkan ada gembala (besar atau kecil) emoh nyambut gawe nganti kemput.
Gembala yang membiasakan diri bekerja nganti kemput, dia bekerja secara komplet, artinya pepak, betul-betul menyeluruh dan itu berarti ia Gembala yang tahu betul A sampai Z, bukan hanya tahu A dan B saja.
Gembala yang membiasakan diri bekerja dengan kemput dan komplet, tak akan pernah memulai sesuatu tanpa mengakhiri, alias orang lain yang harus menyelesaikan.
Melalui keterlibatan nyata kita berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

