| Red-Joss.com | Pohon disebut baik tidak berarti tanpa daun kering atau ranting yang patah atau buah jatuh sebelum matang. Demikian pula keluarga. Sebaik-baiknya keluarga sudah tentu ada cacat atau celanya. Tak ada keluarga yg sempurna di dunia ini.
“Beruntung Bapak saya bisa nukang,” begitu kira-kira yang ada di benak Tio. Bagi remaja ini, kemampuan Bapaknya sebagai tukang jadi penyelamat keluarganya. Dia, kakak, dan adiknya dapat tetap sekolah. Apa jadinya jika Bapaknya tidak bisa nukang. Maka, dia rajin membantu Bapaknya, pingin punya keterampilan yang berguna kelak.
“Dulu kami pernah hidup cukup. Punya rumah, mobil, usaha pemotongan botol plastik dan bahkan sudah punya mesin sendiri. Hasil bulanan bagus,” kata ayah Tio. Sambil menghela nafas ia meneruskan, “Entah apa sebab dan apinya berasal dari mana, semuanya terbakar habis. Semuanya. Saya mulai dari nol lagi. “Mungkin Allah belum berkenan.”
Oh iya, Tio berasal dari keluarga Muslim yang taat. Jumat kemarin ia pamit sholat Jumat.*
Taat, tawadhu dan tawakal adalah kekuatan hidup mereka. ‘Allah pasti ora sare’. Suatu saat, hidup ini pasti lebih baik.
Selalu berbagi cahaya agar hati bahagia.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

