RedJoss.com – Percaya tidak percaya, banyak pedagang di pasar tradisional, pertokoan, atau entah di banyak tempat lain, menggunakan jasa orang pintar alias dukun.
“Berdagang tanpa menggunakan pegangan (jimat) sebagai pelindung diri dari orang pintar, usaha bakal kalah bersaing!”
Kata-kata itu hidup di kampung hingga kota besar. Para pedagang menggunakan jasa dukun itu bukan rahasia lagi.
Coba amati dan perhatikan. Mereka merapal bacaan saat hendak membuka atau menutup toko mereka. Atau, lihat cermin di atas pintu, kain putih yang diselipkan di tiang, dan banyak syarat lainnya yang tidak sama antara pedagang yang satu dengan lainnya.
Benarkah berdagang di pasar itu kudu dibekingi orang pintar supaya usahanya lancar, laris, dan tidak diganggu oleh persaingan?
Sekali lagi, boleh percaya boleh tidak. Kekuatan supranatural itu tidak sebatas digunakan untuk melancarkan usaha, tapi juga untuk naik pangkat, jabatan, pengasihan, hingga agar cepat dapat momongan
Disadari atau tidak, banyak di antara kita lebih percaya dan
mengandalkan kekuatan orang pintar ketimbang Tuhan yang Mahakuat.
Saya sendiri pernah mengalami kejadian aneh dan tidak masuk akal. Apakah dari persaingan bisnis?
Peristiwa ini terjadi lebih dari 15an tahun lalu, ketika saya mulai merintis usaha di rumah.
“Sehari 3 Peristiwa”
Hari Senin, tahun 2003, saya meminta tolong pada istri untuk menyetor uang ke bank 14 juta. Anehnya, ketika di bank uang berkurang 1,1 juta. Perinciannya, 20 lembar uang 50ribuan dan 10 lembar uang 10ribuan! Hal yang tidak masuk akal, karena saya selalu menghitung ulang.
Akibatnya, lewat telepon istri mengomeli saya panjang lebar. Saya tidak menanggapi, kecuali minta maaf, karena khilaf.

