| Red-Joss.com | Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan yang buruk. Aristoteles mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom.” Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.
Berani adalah pintu gerbang tumbuhnya keutamaan lain seperti rendah hati dan jujur.
Kalau mau jujur harus berani melawan godaan untuk menyimpan agenda atau hasrat tersembunyi di balik semua kata-kata lembut dan perbuatan baiknya.
Kalau mau rendah hati harus berani melawan hasrat selalu merasa lebih dari orang lain.
Pagi ini kita pilih tentang keutamaan rendah hati.
Ke-‘BERANI’-an macam apa yang dibutuhkan untuk menjadi dan tetap rendah hati?
Lawan rendah hati adalah kesombongan. Jika ingin rendah hati berarti harus ‘berani’ melawan semua tingkat kesombongan (kita). Ada tiga tingkat, yakni:
Tingkat Pertama, ialah merasa diri lebih dari orang lain: merasa lebih pinter, lebih kaya, lebih baik hati, lebih relijius atau apa pun lainnya.
Tingkat kedua, karena merasa lebih (pinter dll) dari orang lain, ia lalu jadi pongah. Melihat dan memperlakukan orang lain lebih rendah. Misalnya, karena rumahnya nempel dengan gereja, setiap hari bisa ikut misa, komuni dan berkat, merasa dekat dengan Tuhan. Itu bagus sekali, akan tetapi menjadi masalah kalau kemudian mulai membandingkan dengan yang tidak seperti dirinya dan… mulai menilai orang lain kurang relijius.
Seseorang yang tingkat sombongnya ada di level dua seperti ini, akan sangat mudah tergelincir ke sombong tingkat ketiga.
Tingkat tiga, yakni “Aku adalah segalanya, aku yang paling tahu, aku yang paling hebat/pinter,” lalu tanpa sadar ia “menyamakan” dirinya seperti “Tuhan.” Pribadi semacam ini pastilah jauh dari keutamaan rendah hati.
Guru kita, yang tingkat ‘Rendah Hati-Nya Sempurna’, dengan tegas mewanti-wanti:
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Rendah hati termasuk pergumulan terberat bagi hidupku. Tetapi saya harus berani membenahinya setiap hari. Terlalu berat dijalani seorang diri. Saya selalu bersama Tuhan dan sahabat dekatku.
Tetap berani berbagi cahaya sambil terus berbenah.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

