Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Salib berarti hukuman bagi penjahat pada zaman Romawi kuno. Salah satu orang yang dihukum mati di salib adalah Yesus dari Nazareth, putra Maria.
Yesus disalibkan karena dianggap menghujat Allah dan menghasut rakyat melawan Raja Herodes dan Penguasa Romawi. Namun, Yesus yang disalib itu faktanya paradoks. Penguasa Yahudi dan Romawi melakukan itu sebagai penjahat, namun sudah 2000 tahun menjadi peristiwa keselamatan Ilahi bagi penebusan dosa manusia. Maka saya mencatat dalam sajak:
Perayaan Revolusi Pencipta Semesta
Kisah revolusi biasa terjadi
Perubahan yang begitu radikal
Perubahan yang tidak terduga
tetapi memang ada direncanakan
Bahkan
ada korban harta nyawa
ada darah yang tertumpah
demi kepentingan pelaku revolusi
Biasanya demi tahta harta
Revolusi yang dibuat manusia
Namun ada yang istimewa
Revolusi oleh Sang Pencipta
dan dirayakan alam semesta
Sebuah perubahan radikal terjadi
Berdamainya Ilahi dan insani
Bersatunya surga dan bumi
pada sebuah palang salib
pada cawan perjanjian darah
pada luka derita sengsara
Yesus pemuda sederhana Nazareth
Maria gadis dusun sahaja
Lapar debu kerikil tanah gersang
menari sorak sorai berdendang
dibasuh tetes darah harmoni
Dahaga jiwa nurani jelata
sontak senyum ceria bersukacita
lambaikan dauh harapan hakiki
hamparkan kain harkat martabat
Menyambut jenazah Raja Semesta
yang bermadah bernyanyi mazmur
“Ampunilah mereka semua,
sebab mereka tidak tahu
Apa yang diperbuat mereka
Ke dalam tangan-Mu
kuserahkan nyawa-Ku”
Petir kilat berpekik
Tirai kegelapan disibak cahaya
Surga dan bumi berpelukan
melebur pada sebuah salib
disambung pada sebuah palang
luka membalut salah sejarah
darah membasuh dosa memerah
Alam semesta kagum terpesona
kibarkan selendang menari gembira
bunyikan musik dan nyanyian
Rayakan Revolusi Ilahi
Agungkan Jawaban Misteri
Muliakan perubahan hakiki
Allah berdamai dengan ciptaan-Nya
Allah hadir merangkul manusia
Kasih Cinta kalahkan dosa
Allah Maha Cinta abadi
Allah Maha Kasih lestari
Sejarah Yerusalem ke Golgota
Yesus memikul Salib Revolusi
terluka mengalirkan darah-Nya
Wafat di atas palang hina
jenazahnya dipangku Bunda Maria
lalu dikafani dan dimakamkan
Bukanlah sebuah Via Dolorosa
Bukanlah jalan hina sengsara
Bukanlah jalan maut derita
Tetapi
Sungguh nyata terjadi
Parade Revolusi Allah sendiri
Revolusi Allah Maha Cinta
Revolusi Allah Maha Kasih
“Adakah jiwa nuraniku bermadah
Apakah diri pribadiku percaya
Masihkah aku mau terima-Nya
Maukah akuย merayakannya?
…
Foto ilustrasi: Istimewa

