Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Dalam kehidupan manusia, kodrati dialami setiap manusia dikandung dan dilahirkan seorang perempuan, sang Ibu. Harkat martabat perempuan tercatat dalam sejarah peradaban sangat istimewa, baik secara adat budaya maupun agama.
Dalam fakta sosial, ekonomi dan politik, ternyata berbeda nasib perempuan. Pengalaman perempuan di ruang keluarga, dalam komunitas adat budaya, agma, politik dan ekonomi tidak seindah ungkapan kata-kata. Saya mencatat refleksi kodrat dan harkat perempuan itu dalam sajak:
Para Pemilik Rumah itu Pulang
Sebulan terakhir ada dukacita
Beberapa Ibu pulang selamanya
setelah aneka peran diemban
Berpisah abadi dari suaminya
Tinggalkan anak dan cucu
Kodrat alamiah digenapi
Ada hidup dan ada kematian
Sejak perempuan pertama ditakdirkan
menjadi rahim anak generasi
bersemi misteri hidup dan mati
Ibu,
engkaulah rumah anak generasi
Rahimmu ditakdirkan jadi rumah Putra-Putri kehidupan
Mama,
kami menyusu dari kasih sayangmu
kami selalu dipeluk doa cintamu
kami dibesarkan pengorbananmu
Engkau rumah kehidupan keluarga
Para suami mengandalkan dirimu
Setiap anak cucu merindukan seluruh pribadimu
Doakan perempuan yang dianiaya dan mati
Doakan para pelaku kekerasan
Doakan perdagangan perempuan dan anak
Wahai para Ibu
Engkau ditakdirkan Pencipta
menjadi rumah ganda generasi
Rumah kami pada rahimmu
Rumah keluarga pada doa cintamu
Rumah kehidupan pada pengorbanan pelayananmu
Mohon dari Sang Pencipta
untuk ajari putra-putrimu
menjadi pembawa kasih sayang
agar damai di bumi ini
kehidupan menjadi harmoni damai
Lalu ajal dan tiba
saatnya
kalian kembali ke rumah abadi
Pulang ke rumah Pencipta
Hanya mampu kami berduka
Hanya bisa kami berterima kasih
Hanya ucapkan selamat jalan
Sekarang,
masih titipkan doa harapan
bagi fakta kehidupan manusia
dengan aneka problema misteri
Antara harapan dan kenyataan
Antara kejahatan dan kebaikan
Wahai para Ibu
Karena
Semua jasa dan kasihmu
Semua doa cinta pengorbananmu
Tidak dapat kami balas
Hanya inilah pernyataan kami
Ibu, terima kasih
Mama, syukur kepada Allah
Terpujilah keagungan semesta
…
Foto illustrasi: Istimewa

