| Red-Joss.com | Ketika melihat awan gelap mulai berarak, angin yang bertiup terasa dingin, dengan mudah kita menyimpulkan, bahwa hujan akan segera tiba.
Ketika banyak
wong bener thenger-thenger;
wong salah bungah-bungah;
wong apik ditampik-tampik;
wong bejat munggah pangkat;
tak akan dengan mudah kita mengerti, apa yang sedang terjadi dengan hidup kita ini.
Ketika seorang muda, anak tunggal yang juga tunggal sebagai Ibu, sedang tunggang langgang, mengejar laju hidup ayahnya yang terseret oleh vonis kanker stadium 4, tak mudah akan memperoleh jawab: “mengapa aku?”
Ketika seorang rohaniwan yang kembali ditinggal kawan rohaninya, masih muda, menghadap Sang Khalik, bertanya: “Ini tanda apa, banyak kawan muda dipanggil Tuhan?”
Sebagai yang bukan rohani, saya jawab: “Itulah hidup, yang semakin hari semakin banyak lapisan yang tidak kita pahami seutuhnya.”
Memang tidak mudah menangkap tanda-tanda zaman. Meski tanda-tanda itu senyatanya muncul tiap hari, di mana kita tinggal, di sekitar kita, di tengah masyarakat kita, tempat kita sekarang ini berjuang bersama-sama menghadapi saat-saat yang sulit dan tak kita pahami.
Untuk mampu menangkap tanda-tanda itu dibutuhkan kepekaan hati. Mereka yang memiliki kepekaan hati bisa melihat dan menjadikan krisis sebagai kunci gembok untuk ‘membuka pintu hati yang lama terkunci untuk Tuhan’, bertindak dalam hidup kita.
Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.
Tetap berkobar untuk berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

