Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Ketika masuk kampung asal saat ini, ada banyak yang berubah dibanding 40 tahun lalu. Rumah adat hampir tak kelihatan, ritual adat semakin berkurang, pemangku adat terus ditinggalkan perannya, tempat ritual pun ditinggalkan, ada tersisa batu-batu ritual kampung. Saat bersamaan, listrik masuk kampung, jalan aspal melintas di tengah kampung dan berbagai sarana modern serta digital memenuhi ruang kehidupan kampung.
Zaman terus berubah dan ikut mengubah wajah kehidupan kampung.
Ketika berkomunikasi, penggunaan bahasa lokal makin terbatas, apalagi di kalangan generasi muda. Lebih terbiasa bahasa Indonesia dengan dialek Jakarta atau bahasa gaul seperti dalam lagu-lagu zaman now. Cara berpakaian dan kebiasaan berperilaku pun sangat banyak dipengaruhi perubahan zaman. Gadget masuk kampung, masuk rumah dan kebun, serta menguasai semua pribadi lintas umur.
Maka ketika berbicara soal identitas budaya, akan menjadi semakin bervariasi pendapat, tergantung siapa yang menjawab. Pasti ada perbedaan antara generasi sepuh, yang dewasa, generasi muda dan anak-anak. Apakah masih perlu identitas adat budaya di zaman digital ini? Pertanyaan tentang identitas budaya biasanya mendesak ketika berada di lingkungan adat budaya lain yang masih kuat terpelihara.
Dari pengalaman ketika merantau di daerah lain, jawaban identitas sering merujuk pada pulau asal dan wilayah administrasi pemerintahan: propinsi, pulau, kabupaten dan nama kampung. Namun, soal wilayah adat budaya, sering terlupakan bahkan terkesan ada rasa minder, dengan berbagai alasannya. Entah karena malu atau memang tidak tahu serta tidak membutuhkannya lagi. Apalagi generasi milenial, yang sudah hidup di kota dan ke luar dari kampung bersama orangtua sejak kecil. Kebanyakan bahasa daerah asal orangtua pun hanya sedikit dikuasai. Apalagi soal khasanah adat budaya asalnya. Banyak faktor telah berpengaruh bagi generasi zaman now.
Maka, fakta akan tergerus dan kehilangan identitas budaya, nyata terjadi di berbagai komunitas, apalagi ketika generasi tua pun sudah perlahan tidak mewariskannya lagi. Kembali semuanya pada pilihan dan keputusan keluarga, suku serta komunitas adat budaya masing-masing bagi generasi penerusnya. Seberapa penting dan bermanfaat soal identitasย budaya.
…
Foto ilustrasi: Istimewa
