| Red-Joss.com | Dari kisah Martha dan Maria yang sangat unik itu, kita dapat memetik ilmu rohani yang amat mendasar untuk hidup kita:
- Bahwa tokoh Maria dalam kisah itu adalah gambar ideal atau yang dicita-citakan semua umat beriman. Semua orang ingin memiliki kedekatan pribadi dengan Sang Guru seperti Maria, pada akhir perjalanan hidup ini.
- Sedangkan tokoh Martha adalah gambaran manusia pada umumnya yang sedang berjuang di muka bumi ini, semua empunya niat luhur untuk mencintai Sang Guru sedekat mungkin sampai selamanya. Tetapi masih terhimpit oleh nafsu dan kenginginan diri yang berlebih, sehingga jalannya sering gontai, kehilangan kendali arah, dan lunturnya rasa damai. Makin merasa diri terabaikan dan tak berharga. Stop mengejar bayang!
- Sejatinya dua sosok itu, yakni Maria dan Martha, berada di dalam diri kita, yang sering seperti dua kekuatan yang saling bertabrakan. Gencar melakukan pekerjaan Tuhan namun acap kali tergelincir pada pencarian harga diri dan kebanggaan yang semu. Akhirnya malahan banyak mengalami rasa gelisah dan kecewa.
- Pelajaran pentingnya, bahwa dengan kisah ini kita diajak untuk melakukan tabayun, kembali bertekun pada niat luhur, apa pun pilihan yang kita ambil, kontemplasi seperti halnya Maria atau pengabdian aktif seperti yang disukai dan dipilih oleh Martha.
- Inti sari permenungannya adalah:
The heart that loves is always healthy
The heart that cares is always strong
The heart that serves is always happy
Tetap teguh berbagi teduh.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

