Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Tidak gampang memiliki kemampuan berterima kasih dan bersyukur. Mungkin karena terlalu banyak menerima, maka sering sulit berterima kasih dan bersyukur.
Bahkan hal yang paling luar biasa, nafas hidup kita, sering lupa disyukuri. Maka, sering dibutuhkan saling mengingatkan dan ada saat diam hening, melihat diri, mendengar sesama dan alam semesta mengajari kita. Lalu, belajar dari alam lingkungan untuk bersyukur, saya tulis sajak:
Senandung Misteri Pagi
Mentari pagi masih kedinginan
dipeluk erat di dada ketegaran pinus
yang berbaris mengawal bukit-bukit gersang
Antara fakta dan harapan
Antara kebutuhan dan kemampuan
Angin sepoi berhembus
menyibak selimut kabut
yang berjaga sepanjang malam
Aneka bunga tersenyum
saling menyapa menebar pesona
rayakan cinta hari baru
di tengah kehidupan makin galau
mendera manusia terus berjibaku
perebutkan remah kasih sayang
memburu serpihan solidaritas bisu
Aku datangi deretan pinus menjulang
berbaris setia mengawal bukit
Tangan cahaya mentari kusalami
agar segera temani berkelana
mengejar rindu damba membara
menyusuri hamparan kerikil, batu, onak dan duri
menggapai mata air di kaki gunung
Jauh di tepi belantara zaman
dengan desah nafas yang tersisa
dengan energi harapan yang masih ada
Pesona warna-warni kembang
sematkan senyum pada mata sanubariku
Lincah tarian burung-burung di hijau rerumputan
serta serangga yang beterbangan mengisap madu
Berikan sayap-sayap keyakinan
bahwa masih ada mata air segar
di balik bukit-bukit gersang
di pinggir hutan belantara
meskipun jauh di kaki gunung
dan harus diraih dengan doa dan karya
Sambil terpesona menatap alam
kudengarkan senandung Misteri pagi
Kubisik pada jemari tangan
jika aku menjadi bunga
akankah kuberikan kembang warna-warni
Kutanya pada bola mata
jika aku jadi burung-burung
kuatkah sayapku menggapai bintang
Kutanya pada bibirku
jika aku pohon pinus
dapatkan aku tegar kokoh menghalau terpaan badai cobaan
Kutantang telapak kakiku
jika aku sepoi angin berhembus
Mampukah kuterjang hutan belantara zaman
menggapai mata air rindu damba
Senandung misteri pagi hari
terus bergema berkumandang ajaib
Sering diabaikan karena kesibukan
Lagu Keajaiban awal hari
biasanya terlewatkan karena kesibukan
Pikiran berpacu mengejar waktu
Tenaga tercurah persingkat jarak
Aneka kebutuhan arahkan langkah
berkelahi dengan pilihan keputusan
Meraih rezeki di ujung hari
membawa pulang jumpai malam
Genggam jawaban atas penantian
karena fakta tak bisa diingkari
banyak kebutuhan tak tertunda
Entahย apaย punย caranya
…
Foto ilustrasi: Istimewa

