| Red-Joss.com | Kerja sesungguhnya lebih dari sekadar tugas untuk diselesaikan. Bukan pula sebatas tindakan demi satu imbalan, uang misalnya. Bagi orang tertentu kerja adalah hidup. Dari kerja itu digantungkan nasib orang-orang yang dicintai, istrinya, anaknya, mertua atau orangtuanya. Maka, dia akan mempertaruhkan hidupnya sendiri demi pekerjaan itu.
Topa, begitu dia dipanggil oleh bosnya. Lengkapnya Mustafa. Asli Majalaya Jawa Barat. Kerjanya tukang, sebagai kernet.
Pernah kerja di rumah. Sekira 2 pekan. Pulang ke Majalaya, karena mertuanya ingin dia kerja dekat istrinya. Topa disewakan satu lapak parkir motor, lebar 2 m panjang 10 m. Tugasnya memanage lapak itu. Setor petugas Rp 25 ribu per hari. Preman pasar Rp 25 ribu per hari. Kalau tidak, usaha parkirnya tidak aman dan hidupnya juga terancam.
Berat, Pak. Pendapatan belum tentu, pengeluaran sudah pasti setiap hari, katanya. Berarti, setidaknya saya harus dapat Rp 100 ribu per hari agar dapat membawa pulang Rp 50 ribu untuk istriku, lanjutnya. Dijalaninya tugas itu dengan rela, tanpa sambat, di bawah terik panas sinar matahari, setiap hari.
Satu saat Topa berseteru dengan ketua preman, yang pagi-pagi sudah datang minta jatah. Dijawab: “belum ada uang.” Preman marah, merasa tidak dihargai dan tiba-tiba menyerang dengan golok. Ditangkis. Golok jatuh. Preman makin marah. Merasa terdesak, Topan lari menyelamatkan diri. Dikejar dan tak ada satupun orang pasar melerai apalagi membelanya. Semua cari aman. Dia terjatuh, preman juga jatuh. Golok terpental, dia berhasil mengambilnya. Ketua preman yang belum bangun dengan sempurna digetok kepala dan kakinya dengan golok itu. Preman tersungkur dan berdarah. Golok dibuang dan Topa lari pulang. Setelah makan, diantar mertua, dia serahkan dirinya ke polisi. Konon ditahan seminggu dan keluar dengan tebusan.
Diujung cerita, Topa bilang, “Betapa susahnya cari kerja, ya Pak.” Ketika kerja itu ada, resikonya jauh lebih besar dari hasil yang dapat diharap, seperti yang saya alami di kampung. Maka saya kabur ke sini. Semoga di sini ada rejeki, supaya saya dapat memberi makan istri.
Banyak Topa-Topa lain di sekitar kita. Ingin menjadi suami yang baik tapi tidak mudah.
“O Tuhan, tolonglah para keluarga baru, yang sedang berjuang menjadi suami atau istri yang baik, lewat pekerjaan mereka yang sulit. Semoga mereka tidak mudah sambat karena Tuhan dekat.”
Tetaplah berbagi berkat kendati tak selalu mudah.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

