Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Hari ini, di seluruh jagad hidup, lewat semua lidah ‘mengakui, bahwa sang laknat papa pun sungguh telah dikalahkan sang cinta.’
Marilah kita bersorak riang dan berrnyanyi, alleluya!
Lambaian lelentik semampai dedaunan palem nan hijau serta gempita hosana Putera Daud, pun berangsur surut.
Lalu, disusul suasana mendung nan membeku sendu serta diiringi duka tangisan pilu para Puteri Sion pada Jumat Agung, pun juga terhalau pergi.
Kini, disusul dentangan riuh gemuruh lelonceng bernyanyi girang dari lancip menara katedral dan gereja semesta pun berdentang lantang membahana.
Hari ini, saudaraku, pratanda akan ada rona ceria sang mentari sejati, sang pengharapan abadi, kini datang merayap membahanakan sunyi semesta dengan sorakan gempita, alleluya!
Saudaraku, ‘inilah hari yang dijanjikan Tuhan, marilah kita bersorak riang, karena Tuhan telah bangkit mulia.’ Alleluya!
Paskah Raya nan Jaya, hari kebangkitan Tuhan. Maut laknat pun sujud menyembah di bawah tumit kuasa-Nya.
Sungguh, Sang Cinta Sejati tak pernah akan terkalahkan. Semua hati sang manusia sejagad yang duka dilanda badai kecemasan, ketakutan, pertikaian dan sengketa, benci serta angkara murka pun kini terhalau sudah.
Hari ini, di seluruh jagad hidup, semua lidah akan bersorak girang riang.
“Selamat Hari Paskah!”
…
Kediri,ย 10ย Aprilย 2023

