Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Dalam tradisi kampung adat di tempat lahir saya, Krowe – Flores Tengah, ada ritual perayaan Kematian, yang disebut ‘Lodo Huer’. Arti nama ini, secara bebas yakni pelepasan arwah agar memasuki alam kehidupan baru dengan damai. Dengan pelepasan arwah melalui ritual itu, keluarga manusia hidup pun mengalami damai, karena mendoakan arwah anggota keluarga yang meninggal, sekaligus meyakini bahwa jiwanya pun damai di alam baka.
Saya sempat bertanya kepada sejumlah sesepuh, dari mana diketahui semua susunan proses ritual ‘Lodo Huer’ tersebut. Apakah leluhur sempat bermusyawarah dan menyepakati, atau ada yang mengajarkan, atau ada semacam penciptanya?
Jawaban yang diperoleh adalah sudah tradisi sejak leluhur zaman dahulu. Jangan banyak tanya, nanti dimarahi arwah leluhur. Sudah demikian tradisinya, ikuti saja, tidak ada penjelasan. Kami hanya melakukan, tidak ada tugas menjelaskan mengapa begitu dan siapa pembuatnya. Intinya, ritual ‘Lodo Huer’ hanya dialami, melalui proses pelaksanaan, tapi jarang dijelaskan mengapa demikian.
Dari upaya mengikuti proses, serta merekam dan merefleksi beberapa syair yang didaraskan dalam proses ritual ‘Lodo Huer’, saya meyakini beberapa hal berikut. Pertama, asal-usul ritual adalah petunjuk dari arwah leluhur sendiri, dalam pengalaman spiritual komunitas adat awal mula. Kedua, makna ritual ‘Lodo Huer’ adalah perayaan dan doa perdamaian bagi manusia hidup dan arwah keluarga yang telah meninggal. Ketiga, ada keyakinan dan fakta tentang kelanjutan kehidupan setelah di dunia, dan kematian menjadi jembatan kepada kehidupan berikutnya.
Karena latar belakang itu, saya berusaha memahami ajaran agama Katolik tentang kebangkitan orang mati, dan perayaan Tri Hari Suci, yang berpusat pada pengalaman Yesus dari Nazareth. Yesus diimani sebagai Tuhan dan Juru Selamat umat manusia. Sejarah pengorbanan Yesus untuk menebus manusia, setiap tahun dirayakan khusus dengan Tri Hari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Paskah. Di Larantuka, ada tradisi peninggalan Portugis yang dikenal dengan nama Semana Santa.
Ada berbagai ritual dalam adat budaya dan agama, sehubungan dengan kematian dan arwah. Hemat saya, semua tradisi ritual kematian menegaskan fakta dan keyakinan akan kelanjutan kehidupan di alam lain, setelah hidup manusia di bumi. Kematian menjadi jembatan ke alam kehidupan baru itu. Maka, kematian dimaknai dan dirayakan dalam aneka ritual dan doa.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

