| Red-Joss.com | Aku diam, kehilangan sejuta kata. Bahkan aku tidak sanggup mengeja dan merangkai hurup agar mempunyai makna.
Aku seperti telah kehilangan diriku sendiri.
Kelu lidahku ingat pada-Mu. Yang berbaring dalam kubur nan lembab, dingin, sepi, dan sendiri.
Benarkah itu?!
Ternyata, sesungguhnya hanya mereka yang lemah iman dan pemilik kesedihan yang mempunyai bayangan dan pikiran sesempit itu.
Faktanya, kematian itu sama sekali tidak menakutkan, dan tidak perlu ditakuti.
Coba simak, renungkan, dan hayati janji pasti Yesus, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Atau …
“Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
Sesungguhnya hal yang berkaitan dengan kematian itu tidak harus diributkan, apalagi diperdebatkan, karena melemahkan iman sendiri.
Kita tidak harus ciut nyali, takut, apalagi gentar, jika menghadapi kematian. Kita mempunyai Yesus yang jalan keteladanan dan harus diikuti.
Yesus memanggul salib ke Golgota untuk menebus dosa dan menyelamatkan kita agar bahagia.
Sesungguhnya Yesus wafat untuk menyediakan tempat bagi kita yang percaya, mengimani, dan melakukan perintah-Nya.
“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”
Jadi, beriman pada Allah itu tidak sebatas meneguhkan jiwa, tapi sikap kesiap-sediaan kita, jika sewaktu-waktu kita dipanggil untuk menghadap kepada-Nya.
“Kematian adalah keberuntungan, karena kita bakal bertemu dengan Sang Pencipta.”
Tetaplah taat dan setia pada Allah agar kita selamat dan bahagia.
…
Mas Redjo
…
Foto ilustrasi: Istimewa

