Red-Joss.com | Pagi itu, ketika tubuh ini merasa lungkrah, karena didera rasa lelah, saya membuka WA. Ada tulisan lucu, guyon maton, tapi menarik…, begini:
“Kemarin teman aku membuat status begini, “Biar miskin yang penting bahagia,” lalu kubalas statusnya, “Semoga miskin terus agar bahagia selalu.” Tiba-tiba status aku diblok. Salahku apa?
Tak usah pusing mencari alasan diblok. Hanya joke, itu guyon maton. Lucu. Senyum saja.
Mungkin yang lebih menarik mencari jawab: “Mengapa tidak mudah berinteraksi dengan orang yang tidak suka basa-basi?”
Orang jujur akan merasa kesulitan melewati momen basa-basi itu. Mereka tidak akan membuang banyak waktu untuk berbicara dan basa-basi dengan orang-orang yang tidak memiliki pemikiran yang serupa.
Pada pemilihan ketua RT bulan Maret yang lalu, terpilih seorang muda usia. Ketika ada kesempatan bicara, seorang warga yang dikenal ceplas-ceplos mengatakan: “Saya tidak memilih dia, karena masih terlalu muda. Sebaiknya yang sudah pensiun saja.”
Langsung warga yang lain… “Uuuuu…!”
Mungkin secara kebetulan, tapi nyatanya RT terpilih itu sampai hari ini masih bertapa.
Intinya: Menyampaikan yang benar, dengan cara yang pas dan apa adanya itu sungguh tidak mudah.
Kita berdoa untuk para pemimpin, para pewarta, guru, dan orangtua agar tidak mudah tergelincir dalam kata atau perilakunya.
Tetap berkobar berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

