Red-Joss.com | Sejenak saya ingin merapat ke perjalanan ‘Anak Muda dari Nazaret’, namanya Yesus, yang Ahad lalu dielu-elu dalam peribadatan Minggu Palma. Saya, istri dan anak bungsu, kami bertiga turut melambai-lambaikan daun palma, pertanda lahir bahwa kami seutuhnya mau bersatu dalam perayaan itu. Persekutuan iman menjadi terasa lengkap, ketika kami bertiga menerima hadir-Nya Tuhan dalam Hosti Kudus.
Perjalanan batin kita di bulan suci ini, terhentak oleh peristiwa yang sangat ironis. Seharusnya teduh damai, tapi aroma benci dan bermusuh menghiasi lembar-lembar hidup kita.
Seolah sebuah kilas balik kejadian keji 2000 tahun silam, yang menimpa anak muda dari Nazaret, Yesus, yang ibunya bernama Maria dan bapaknya bernama Yosef, si tukang kayu itu.
Saya ingin pamit sejenak, mengosongkan beberapa lembar hari-hariku, berharap memperoleh hidayah Ilahi selama Tri Hari Suci ini.
Kita tetap berkomunikasi, lewat hati dan keheningan, berharap semua aroma benci dan dengki dibasuh oleh air yang mengalir dari lambung-Nya.
Kalau berkenan, silahkan catat satu kalimat pendek saja di masing-masing hari suci, misalnya.
Kamis Putih: “Lakukan ini sebagai kenangan akan Daku.”
Jumat Agung: “Kalau benar kata-Ku, mengapa Aku kau tampar?”
Paskah: “Damai-Ku untukmu.”
Tetap berbagi cahaya, ketika gelap menggulita.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

