Red-Joss.com | Pengakuan Longinus, prajurit yang menikam lambung Yesus itu adalah inti pesan Pekan Suci, dengan pintunya Perayaan Minggu Palma ini.
Konon Longinus adalah kepala prajurit yang nyaris buta. Pada saat tombaknya menikam lambung Yesus, darah dan air yang ke luar mengenai matanya dan… mukjizat terjadi, matanya terang kembali.
Memang, Kasih Allah itu tak terukur. Seperti sungai tanpa hulu, mengalirkan kasih-Nya tanpa henti, selalu baru setiap pagi, sampai hayat berakhir nanti.
Penderitaan Sang Putera adalah tanda Kasih Allah Yang Sempurna kepada manusia. Melepaskan Diri dari kuasa Illahi-Nya dan mengambil rupa ‘Hamba yang Menderita’ agar manusia, pribadi dan bersama menerima keselamatan secara cuma-cuma, dan keselamatan yang dikehendaki-Nya tidak pernah untuk sendiri saja. Catatlah!
Melalui derita-Nya di kayu salib, Tuhan menyatakan Diri sebagai:
# Tuhan yang tidak pernah mematahkan harapan setiap orang yang tidak menyerah untuk percaya pada-Nya.
# Tuhan yang memberikan mukjizat-Nya pada orang yang berserah pada-Nya, dan …
# Tuhan yang tidak pernah meninggalkan mereka yang berjalan bersama-Nya.
Sebab ‘Jalan orang benar itu seperti fajar’, yang kian terang sampai rembang tengah hari. (Amsal 4:18)
Tak henti berbagi cahaya, terutama sepanjang Pekan Suci ini.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

