Red-Joss.com | Tak dapat dipungkiri, bahwa dalam menjalankan kehendak Allah selalu dibarengi dengan intensifnya godaan iblis agar gagal. Bukan hanya terkait hidup rohani, jasmanipun demikian. Upaya untuk terus memurnikan diri adalah hal yang melekat dengan peran apa pun yang kita jalankan sesuai dengan rencana-Nya.
Dalam melakukan ‘discerment’, atau memurnikan diri, saya mengikuti arahan yang ada di “Doa Bapa Kami.“
Doa itu memberi petunjuk sekaligus ‘reminder’ tentang untuk apa kita hidup, dan bagaimana menghidupi. Bagian pertama Doa Bapa Kami memberi bimbingan pada kita dalam menjalani peran hidup ini:
(1) muliakanlah Nama-Nya,
(2) datanglah kerajaan-Nya,
(3) jadilah kehendak-Nya,
Karena iman, tiap pribadi kita menerima peran untuk melaksanakan kehendak Allah (seperti rencana-Nya), dengan niat dan kemauan yang sungguh-sungguh untuk dapat melakukannya. Jawaban ‘ya’ kepada Allah diwujudkan dengan ‘ya’ dalam tindakan dengan tuntas dan ikhlas.
Agar ‘kesanggupan’ kita makin menguat, maka harus diiringi dengan doa yang ajeg: “memohon kekuatan” agar kehendak Allah dapat kita wujudkan, apa pun hambatannya.
Tetap semangat berbagi berkat.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

