Red-Joss.com | Kebalikan dari ‘kementhus’ adalah sembada (dibaca sembodo), melukiskan sikap pribadi yang pantang menyerah, tabu berkeluh kesah, menepati janji, taat azas dan bertekad bulat.
Sikap sembada itu tampak dalam diri penjahat yang disalib di sebelah kanan Yesus. Dia tidak berkeluh kesah, tidak menghindar dan mengelak dari hukuman. Dia sadar, bahwa ia memang bersalah, dan pantas mendapatkan hukuman. Di saat ajal tiba, ia melihat Yesus sebagai pribadi yang berbeda. Ia mengandalkan-Nya. “Jika Engkau sudah sampai Firdaus, ingatlah aku.”
Di saat situasi kritis seperti itu, seolah dia melantunkan lagu ‘Eres Tu, Hatiku’. Sebuah lagu yang mengukir sikap sembada di saat ajal menyapa.
Ref: Hatiku kusembahkan padaMu, Kasih abadi Kau limpahkan kepadaku.
Jalan-Mu selalu mengarah ke Bapa, Jalanku sering diliputi gulita, Tapi cinta-Mu mengiring langkahku, Engkau penebusku.
Benar! Yesus adalah ‘Via, Veritas et Vita’. Jalan-Mu selalu mengarah ke Bapa.
Tetap tekun berbagi terang.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

