Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Perubahan adalah hakikat kodrati realitas. Manusia berubah dan diubah dalam perjalanan waktu dan dibatasi ruang, karena raganya. Namun, pikiran manusia tidak bisa dipasung dalam ruang penjara atau dibunuh.
Menelusuri perubahan aneka dimensi kehidupan zaman, entah di kota dan kampung, banyak hal menarik dan memberi hikmah bagi pribadi. Lalu kucatat dalam sajak:
Antara Kampung dan Kota
Malam tenang sunyi sepi
bulan terang langit cerah
Perlahan pulang tinggalkan kampung
dengan sepeda motor tua
lewati nostalgia masa kecil
meskipun jejak ditutupi aspal
disinari cahaya zaman listrik
dan dihalau kisah zaman now
kilau digital milenial
Jarak terasa panjang
Menyusuri serpihan puing kampung
merindukan kenangan yang usang
sirna terkubur derap zaman
Roda kendaraan menggilas memoar
jejak tapak para leluhur
yang berkelana susuri belantara
yang berkeringat lintasi hutan
Menyulam masa depan generasi
Kebun ladang berubah wajah
Bangunan rumah sepanjang jalan
yang dahulu dihuni pepohonan
Dahulu pasar sesuai hari
sekarang kios toko berjualan
sepanjang hari masuk kampung
asalkan ada uang belanja
setiap saat bisa membeli
Waktu telah dibanjiri kisah
Ruang telah diubah kebutuhan
Kampung dan kota berbaur
sarana transportasi sempitkan jarak
sarana listrik alirkan informasi
Kata ciptakan kotak-kotak
dari kota hingga kampung
Kucari serpihan puing nostalgia
di antara kata dan kotak
meskipun
bulan terang langit cerah
bahkan di siang hari terang
Antara kampung dan kota
mungkin beda kata nama
tetapi
kemajuan telah ciptakan kotak
penuhi ruang pikiran kebutuhan
lintas wilayah dan pribadi
menyatu di layar gadget
disentuh jari jemari hasrat
Memaksa halalkan segala cara
untuk bisa mendapatkan uang
demi kebutuhan yang mendera
entah apakah sungguh bermanfaat
entah memang sungguh dibutuhkan
entah baik dan berguna
entah bermartabat membahagiakan
Ketika tiba di kota
kendaraan masih hilir mudik
banyak yang masih sibuk
Memang berbeda dengan kampung
pada nama kata dan kotak
Tetapi
Sepertinya ada yang sama
gelora arus gelombang informasi
terus menerjang rasa
terus mencengkram pikiran
tak peduli ruang dan waktu
langsung pada setiap pribadi
Antara kampung dan kota
menelusuri memori masa kecil
mencari nostalgia Tempo Doeloe
Entah saat bulan terang
Entah siang hari cerah
Entah pada musim apa pun
Ternyata jejak telah sirna
tertinggal serpihan puing damba
Pada lembaran derap zaman
yang berkilau pesona digital
kuasai warna peradaban manusia
yang berkreasi dan inovasi
mempertemukan fakta dan harapan
jawabi kebutuhan harus memilih
sekarang danย takย bisaย tunda
…
Foto ilustrasi: Istimewa

