Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Salah satu jabatan politik adalah menjadi wakil rakyat di parlemen, sering dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat – DPR; di tingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat. Sebagai parlemen, salah satu kemampuan yang diandalkan adalah berbicara, menyuarakan kepentingan rakyat yang diwakili.
Dalam proses pemilihan umum untuk legislatif maupun untuk memilih pejabat eksekutif, ada “samudera kata-kata politik”. Kata-kata yang berisi penjelasan program, kebijakan anggaran, masalah hukum dan aturan serta janji-janji politik. Jika dipilih dan menang, maka akan melakukan abcd, demi kepentingan rakyat. Lalu, karena diberi tahu dengan aneka cara, maka kata-kata yang terbaca atau didengar langsung terasa indah dan menarik. Bahkan sangat memberikan harapan dan kepastian bagi pendengar. Sedangkan soal benar tidaknya, akan dipenuhi nanti atau cuma janji-janji kosong, itu bukan soal. Intinya, kata-kata yang disampaikan sungguh meyakinlan bagi pendengar dan pemilik suara. Makanya saya katakan “Samudera Kata-kata”.
Hemat saya, dengan kemajuan digital saat ini, setiap kata-kata para politisi, khususnya yang datang mempengaruhi rakyat untuk mendapatkan simpati dan suara, bisa dikritisi dan dicermati melalui media sosial. Seberapa baik, benar dan bermanfaat untuk rakyat pemilik suara. Apakah bisa dipercaya karena benar, mencerahkan dan bermanfaat bagi rakyat. Faktor ini sangat penting bagi rakyat pemilik suara untuk bisa menggunakan hal pilihnya secara Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia – Luber.
Samudera kata-kata juga berisi saling menjelekkan sesama caleg atau peserta pilkada dan pilpres; baik pribadi yang bersangkutan, maupun tim pendukungnya. Segala bentuk kata bisa digunakan demi meraih kemenangan dan jabatan politik yang diimpikan. Dalam fakta, sering ada janji palsu, pengklaiman, serta segala model kata negatif terhadap lawan politik, demi menghancurkan politisi lain Tujuannya adalah bisa mendapat simpati, dukungan dan saat di TPS, rakyat akan memberikan pilihan pada politisi bersangkutan.
Samudera kata-kata politik sedang bergelora, dengan ombak gelombang serta arus yang kuat, bahkan tak terduga bisa tsunami dan badai topan. Rakyat pemilik suara diharapkan semakin cerdas dan kritis untuk menggunakanย hakย suaranya.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

