Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Dalam politik itu tidak ada kawan dan lawan abadi. Yang abadi hanya kepentingan, maka kawan dan lawan bisa silih berganti berubah wajah demi kepentingan. Sedangkan rakyat, para pemilik kedaulatan dan hak suara, sering nasibnya seperti di tengah ombak dan gelombang. Refleksi pengalaman dan usaha memahami fakta itu, saya tuangkan dalam sajak:
Ketika Ombak Gelombang Politik Bergelora Menghempas
Kata teman saya
“Tidak ada yang abadi dalam politik
Kawan dan lawan bisa berubah
Yang abadi hanya kepentingan”
Lalu
saya menjawab kepadanya
“Untuk di tanah air NKRI
Sejarah membuktikan fakta politik
Seperti ombak dan gelomang
selalu pasti ada di samudera
Tetapi
tidak pernah ada yang sama
setiap ombak dan gelombang”
Di tanah air NKRI tercinta
Sudah ada banyak sistem pemilu
yang dibuat oleh para pejabat
Sudah banyak partai politik
diciptakan oleh para politisi
untuk meraih kepentingan mereka
Seperti yang terjadi di negara lain
dengan sejarahnya yang khas
“Katanya politik untuk kekuasaan
Politik untuk merebut jabatan
Politik untuk mendapatkan harta
Politik untuk memenuhi gengsi
Dan
masih banyak teori lainnya”
Kebijakan politik sudah dibuat
Pemilu 2024 akan dilaksanakan
Proses sedang berjalan sekarang
KPU melakukan mandat tugas
Partai politik sudah ditetapkan
Aturan pemilu sudah dibuat
Para calon legislatif dan eksekutif
juga sedang bergulat untuk meraih kemenangan dengan segala cara dan alatnya
Lalu,
rakyat bangsa Indonesia diam
tetapi
terus diperebutkan oleh para politisi
mengikuti sistem yang berlaku
dengan segala upaya mereka
Menghadapi ombak gelombang politik
Ada pertanyaan mengusik nalar
Apa dan siapa rakyat NKRI
Apakah kita rakyat itu samudera
Apakah pemilih itu aneka ikan
Apakah hanya sampah di lautan
Apakah rakyat itu batu karang
Apakah rakyat perahu nelayan
Apakah rakyat pelaut perkasa
Apakah rakyat itu penumpang kapal
Apakah rakyat badai tsunami
Ataukah
Rakyat hanya pasir pantai
yang menunggu dihempas gelombang
yang pasrah pada buih ombak?
…
Foto ilustrasi: Istimewa

