Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Fakta yang dialami dalam sejarah kehidupan, manusia mendapat bencana dari alam dan bencana dari buah tangan sesama saudaranya, bencana kemanusiaan.
Maka saya mencatat refleksi tentang hal ini dalam sajak:
Darah dan Debu Tanah
Darah tertumpah, menggumpal dan kering
Menyirami debu tanah
di bawah reruntuhan puing
karena bencana alam
karena kobar peperangan
karena perebutan kuasa politik
karena konflik perebutan bisnis
karena hutan dibabat
karena aneka proyek tambang
karena kasus kriminal pembunuhan
Korban terus terjadi
Ketika darah tumpah mengalir
karena aneka bencana alam
Semua diam tak berdaya
sering ada ungkapan doa
“Ya Allah, ampunilah kami
Ya Allah, tolonglah kami”
Tetapi,
ketika darah tumpah mengalir
membasahi debu dan kering
Karena perbuatan tangan sesama
Maka
Lahir aneka tanggapan dan cerita
Petugas hukum berjuang menyelesaikan
Yang mati tak mungkin kembali
Antara aneka bencana alam
dan beragam bencana kemanusiaan
Ada fakta yang sama
Darah tertumpah dan mengalir
membasahi debu tanah kering
disusul jasadnya dikuburkan juga
Orang besar sibuk membicarakan
Bocah-bocah asyik bermain
bersahabat dengan debu tanah
mungkin tidak peduli darah
Meskipun ramai di medsos
Ibu Bumi mencatat semuanya
tak pernah tambah dan kurang
Bapa Langit melihat semuanya
Jiwa raga para korban
Darah yang tertumpah mengalir
Bencana alam dan bencana manusia
Semua jadi catatan sejarah
kehidupan manusia di bumi
dalam fakta dan misteri
“Hidup dan matiย milikย Allah”
…
Foto ilustrasi: Istimewa

