Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Apa pun kampanye kesehatan yang dihubungkan dengan kebiasaan merokok, tak bisa hentikan fakta manusia perokok. Ada fakta penanaman tembakau, produksi tradisional dan pabrik rokok, serta para pengguna rokok. Saya juga perokok, mencatat fakta ini dalam sajak:
Pada Asap, Api, Abu dan Puntung Rokok
Mereka bersimbah keringat di ladang
menanam dan merawat tembakau Para petani dan buruh tani
memikul nasib turun temurun
Tetapi
harga rokok bukan kewenangannya
tidak tahu siapa mengaturnya
Entah siapa yang berkuasa
Bukan juga para perokok
yang nikmat merokok setiap hari
Asap mengepul dibakar api
nasib petani tembakau dibakar
keringat buruh tani terpanggang
Debu dan puntung perjuangan
para buruh pabrik rokok
para sopir dan tukang pikul
para pedagang kecil eceran
Nasibnya diterbangkan debu jalanan
mengepul dalam asap sengsara
Puntung harapan di mana-mana
juga bungkusnya dan plastik
Sedangkan tulisan dari beacukai
angkanya berbeda saat dibeli
karena panjangnya rantai pasar
Rokok berbagai merek dihasilkan
juga tembakau olahan kampung
Terus dikonsumsi para perokok
dengan berbagai fakta alasan
Tembakau juga dipakai sajen
dalam ritual adat budaya
Meskipun harga terus bertambah
di kampung sampai di kota
di mana-mana seluruh dunia
Puntung rokok jadi sampah
asapnya penuhi nafas dan udara
Ada jelas peringatan kesehatan
dengan gambar dan kata-kata
Namun
terus diproduksi dan dikonsumsi
Para pemodal tambah keuntungan
mungkin mereka tentukan harga
Setiap batang rokok dibakar
ada nikmat bagi perokok
ada api, abu, asap dan puntung
Nasib ribuan petani tembakau
Kisah lara para buruh pabrik
Cerita miris pedagang kecil
Peringatan bahaya dari negara
Tulisan harga dari beacukai
dan asap mengepul ke udara
setelah singgahi ruang nafas
Demi nikmat para perokok
dan keuntungan para pemodal
Cerita bisnis dan kebutuhan
berkait entah sampai kapan
antara kebutuhan dan keuntungan
antara modal dan kenikmatan
Juga doa ritual sakral
…
Foto ilustrasi: Istimewa

