Kesiapan Menantikan Kedatangan Tuhan

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat 25: 13).
Teknologi mungkin dapat memperkirakan terjadinya bencana alam, seperti gunung meletus, tsunami, banjir, tanah longsor, dan sebagainya. Pihak yang berwenang biasanya akan memberikan peringatan kepada penduduk agar siap siaga menyelamatkan diri menuju tempat yang aman. Tanpa kesiapsiagaan kita bisa terkena bencana tersebut.
Demikian pula dalam menghadapi kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Kita dituntut untuk selalu siap siaga dengan menjadi orang-orang yang bijaksana. Kita perlu meneladani gadis-gadis bijaksana yang membawa lampu beserta minyak cadangan.
Menjadi bijak berarti setia dalam melakukan kehendak Allah setiap saat. Mereka akan diselamatkan dan diikutsertakan dalam kebahagiaan kekal bersama Tuhan dalam akhir zaman. Sebaliknya, jika kita menjadi bodoh, kita akan seperti gadis-gadis bodoh yang membawa lampu, tapi tidak siap siaga membawa minyak cadangan. Akibatnya, kita tidak diikutsertakan dalam kebahagiaan kekal.
Injil hari ini tidak bermaksud membuat kita mengalami trauma atau ketakutan yang berlebihan. Sebaliknya, Injil mengajak kita untuk tetap waspada dan siap sedia berjuang melakukan kehendak Tuhan dalam hidup ini.
Rm. Klimakus de Jesu, CSE
Minggu 08 Nov 2026
Keb 6: 12-17; Mzm 63:2-8; 1Tes 4: 13-18; Mat 25: 1-13
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.