Nantikan dan Songsonglah Tuhan dengan Pelita Kebaikan

“Semakin Anda berbuat baik, maka kian teranglah pelitamu. Sebaliknya, ketika Anda berbuat jahat, maka minyak dari pelitamu akan mengering dan padamlah api yang menjadi terang pelitamu.”

Kisah tentang kebijaksanaan yang adalah “Kepintaran menggunakan akal budi dan kecakapan bertindak dalam menghadapi kesulitan.”

“Apakah setiap orang bisa memiliki kebijaksanaan?”

Jawabannya ya, karena kita semua adalah citra Allah. Siapa pun kita, tapi kita tetap membawa citra dan gambar Allah di dalam diri kita. Dengan demikian, maka yang membedakan di antara kita adalah sejauh manakah seseorang berpikir dan bertindak bijak di dalam hidupnya.

Kita disadarkan, bahwa:

    1. Kepintaran seseorang belum menjamin ia menjadi pribadi yang bijaksana. Sebaliknya kebodohan tidak menjadi lebel yang harus mematikan untuk bisa berpikir dan bertindak secara bijaksana;
    1. Karakter akan menjadi faktor pembeda dalam menilai kepintaran seseorang; kepintaran adalah anugerah, tapi Anda diberi pilihan untuk memilih, entahkah kepintaran itu digunakan untuk membangun atau menghancurkan sesamamu;
    1. Minyak dari pelitamu adalah kebaikan, kasih, dan pengampunan yang selalu Anda berikan kepada orang lain. Semakin Anda berbuat baik, maka semakin menyalalah terang pelitamu. Sebaliknya, semakin sedikit perbuatan baikmu bahkan kejahatan yang Anda lakukan, maka cahaya pelitamu akan redup bahkan sampai padam.

Isilah pelitamu dengan kebaikan agar nyalanya akan bertahan sampai Tuhan mendatangimu.

Monsignor Inno Ngutra, Pr