Hidup Bijaksana dengan Hati yang Tertuju pada Rumah Abadi

“Kebijaksanaan itu bukan sekadar mengetahui bagaimana menjalani hari ini, melainkan menjalaninya dengan pandangan tertuju pada keabadian.”
Allah yang Maha Rahim,
Sabda-Mu mengingatkan kami, bahwa kewargaan sejati kami ada di Surga. Tapi betapa mudahnya aku larut dalam berbagai urusan duniawi hingga melupakan rumah abadi yang telah Engkau sediakan bagiku.
Dalam Injil, Yesus menceritakan seorang bendahara yang tidak jujur, tapi bertindak dengan sigap, ketika menghadapi phk. Tuhan, Engkau tidak membenarkan ketidakjujurannya, tapi mengajakku belajar dari kesigapan dan kesungguhannya mempersiapkan masa depan. Jika manusia begitu cermat mempersiapkan masa depan duniawinya, terlebih lagi aku pun harus mempersiapkan diri bagi kehidupan yang kekal!
Bapa, ajarlah aku menjadi pengelola yang bijaksana dan setia atas segala sesuatu yang telah Engkau percayakan kepadaku: waktu, talenta, harta, relasi, dan kesempatan untuk mengasihi. Jangan biarkan aku hanya mengumpulkan kekayaan duniawi, tapi gunakanlah segala yang aku miliki itu untuk melayani sesama, mewujudkan belas kasih, dan membangun Kerajaan-Mu.
Ketika menghadapi keputusan sulit, anugerahkanlah kepadaku kebijaksanaan untuk membedakan apa yang sungguh baik, kesabaran agar tidak bertindak gegabah, dan keberanian untuk memilih jalan yang semakin mendekatkanku kepada-Mu.
Semoga setiap pilihan hidupku mencerminkan jati diriku sebagai warga Kerajaan Surga melalui Kristus. Teguhkanlah hatiku dalam rahmat-Mu hingga tiba saatnya aku menghadap-Mu dan masuk ke dalam kepenuhan Kerajaan-Mu yang kekal.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.