Memulung Serpihan Puing Harmoni

Mosaik Serpihan Kelana -97
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.

Para bayi tersenyum menyusu dari kreasi pabrik
sebagai ganti energi kasih dari air susu ibunya
Tepukan tangan pembantu dan aneka konten sosmed dari gadget adalah wujud cinta orangtua zaman digital milenial
Kreasi iptek zaman canggih telah memberikan kenyamanan, keselarasan dan damai inovatif
Doa dan kasih sayang orangtua sedang menjelma menjadi serpihan
Kehangatan cinta kemanusiaan asali
sedang berubah rupa menjadi puing
dalam kreasi konten sosmed dan robot dengan data algoritma
Generasi digital milenial tetap menghirup udara dari alam ini
tetapi jiwa raganya sedang dipindahkan ke dunia maya yang serba instan dan penuh kreasi

2.

Menjadi pemulung kasih sayang dan relasi kemanusiaan hakiki
seperti mencari jarum di antara debu tanah atau hamparan pasir pantai
Kemajuan zaman dengan kecanggihan ilmu teknologi digital semakin menguasai ruang jiwa raga
Gelombang deras informasi datang setiap saat
Tidak lagi di jalanan atau halaman rumah
tetapi langsung ke telapak tangan dan bola mata
Melintasi sekat sosial budaya dan politik
menjangkau jiwa raga setiap pribadi
Kemarin….
Ada perjuangan membangun harmoni dengan sesama saudara
Ada upaya hidup selaras dengan alam lingkungan
Hari ini…
faktanya telah berubah dengan sangat cepat
Apakah diriku menjadi tuan atau hamba dari kemajuan zaman digital

3.

Memulung serpihan puing harmoni
ibaratnya membawa lilin bernyala di tengah gebyar gemerlap pesona digital
Jika mau berubah mengikuti kemajuan Iptek
maka bisa bertahan dan menganyam kehidupan
Jika tak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman
maka pasti ketinggalan, merana dan tergilas kemajuan
Dinamika perubahan menjadi berkat dan sekaligus bencana dari kemilau kecanggihan kreasi data algoritma
Harmoni bagi harkat martabat sejati manusia digugat
Selaras dengan isi alam lingkungan terus diusik
Kemampuan adaptasi manusia ternyata tidak secepat perkembangan iptek digital
Apakah ini kemajuan peradaban atau justru keterasingan hakekat diri menuju kegilaan pribadi?

4.

Roda waktu terus berpacu dalam dinamika energi semesta
Manusia mengayam nasib kehidupan dalam batas ruang dan waktu
Kreasi nalar pikiran menjadi mesin penggerak pribadi
untuk mengenal diri dan sesama
untuk mengetahui isi alam lingkungan jagat semesta
untuk belajar ilmu dan ketrampilan hidup
Dan….
Roda nasib ditentukan oleh kemampuan diri membuat pilihan dan keputusan
Tetapi fakta kehidupan sering memaksa pribadi menjadi apa dan siapa
justru bukan sesuai harapan dan rindu damba
Panggung sandiwara dunia mengharuskan peran yang terpaksa dijalani
Kita menjadi pemulung serpihan puing harmoni
antara keterbatasan ruang dan waktu
Antara keanekaragaman pribadi manusia dan isi alam jagat
Antara fakta realita, kemungkinan dan misteri
Antara senyum ceria dan derai air mata lara
Antara kata beragam makna dan angka beraneka harga kepentingan