Setiap Jiwa Berharga di Hadapan Allah

“Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia” (Luk 15: 1).

Injil diawali dengan kisah para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang datang kepada Yesus untuk mendengarkan pewartaan-Nya. Kehadiran mereka membuat orang Farisi dan ahli Taurat bersungut-sungut.

Menanggapi hal itu, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang Gembala yang mencari seekor domba yang hilang. Perumpamaan ini menunjukkan besarnya kasih Allah kepada setiap orang. Bagi Tuhan, tidak seorang pun dianggap tidak berharga. Seperti Gembala yang mencari dombanya sampai ditemukan, demikian pula Yesus tidak pernah berhenti mencari orang yang tersesat. Ketika yang hilang ditemukan kembali, terjadilah sukacita besar, bukan hanya di bumi, tapi juga di Surga.

Kita sering kali tersesat, karena dosa, kelemahan, dan kerapuhan. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia selalu membuka jalan agar kita kembali kepada-Nya.

Marilah kita datang kepada Yesus dengan hati yang terbuka dan penuh pertobatan. Sebab, setiap orang yang kembali kepada Tuhan membawa sukacita di hadapan para Malaikat Allah.

Sr. Edith Stein, P. Karm

Kamis, 05 November 2026
Flp 3: 3-8a; Mzm 105: 2-7; Luk 15: 1-10

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com