Ratapan Alam Jagat Semesta

Mosaik Serpihan Kelana -96
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.

Air mata angkasa perlahan menyibak ganasnya cengkraman kabut asap di langit negeri ini
Rintihan arang hutan rimba sayup terdengar
di tengah kobaran api kerakusan manusia
Jeritan menyayat pilu dari marga satwa dan ekosistem
yang bergulat merebut nasib dalam cengkraman bara gengsi dan ketamakan segelintir insan
Bumi ini seperti tak berdaya di hadapan kuasa, modal, kecanggihan iptek dan senjata
yang dimiliki sekelompok manusia tanpa nurani dan sanubari jiwa

2.

Hujan deras dan banjir longsor adalah air mata jagat
Ketakpastian musim di seluruh negeri dan dunia adalah jerit lara nestapa bumi
Gempa bumi, angin badai dan tsunami adalah raga alam yang menggigil dan menggelepar kesakitan
Letusan gunung api dan siraman lahar adalah pecahnya bisul dan tumpahan darah alam
karena dikuras dengan rakus tamak oleh selera manusia
Berbagai kejadian dasyat alam di tanah air dan berbagai wilayah dunia
menjadi ratapan jagat semesta atas kebodohan manusia
yang melupakan hakekat diri sebagai bagian kecil isi semesta
yang mutlak tergantung pada alam untuk hidup

3.

Ratapan jagat semesta terus lirih mengalun
Ada banyak pribadi yang mendengar
tetapi tak mampu bersuara sebagai korban ketidakadilan
Ada segelintir orang yang paham dan bersuara
tetapi sering diabaikan bahkan dibungkam oleh yang berkuasa
Ada banyak yang bertanya dalam pasrah nasib tak tentu
karena dirinya tercengkram penindasan dan banyak saudara keluarga telah menjadi korban
Anak-anak dan generasi muda galau dan gelap menatap matahari bulan dan bintang
karena nasib hari ini pun tak pasti
bahkan tak bisa mengenal diri sebagai apa dan siapa
Hidup adalah hamparan pasir pantai diterjang ombak gelombang siang malam

4.

Kepada angin kutitipkan tanya untuk angkasa dan matahari
Apakah mata angkasa tidak melihat para perusak alam
Mengapa sang surya tidak mengirim panah cahaya kepada kawanan bandit penggarong sumber daya alam
Kepada alam jagat semesta aku berdoa menggugat
adakah hukum alam tak berdaya membasmi kerakusan selera dan ketamakan gengsi segelintir orang
Dan….
dalam galau tanya yang getir menyayat
aku sujud membisik kepada debu tanah
Kapankah keadilan alam jagat raya dinyatakan
untuk setiap pribadi kami manusia
Yang membuat ratapan semesta tak bertepi