Alam

“Ikhlas bersyukur belajar dari alam.” -Rio, Scj.
Alam memberi kelapa air yang segar, tapi tidak memberinya kulit yang lembut. Alam memberi mawar dengan warna yang indah, tapi juga memberinya duri. Alam memberi kopi aroma yang memikat, tapi tidak memberinya rasa manis. Alam memberi gunung puncak yang megah, tapi membuatnya sepi dan dingin. Alam memberi siang cahaya yang terang, tapi tidak memberinya ketenangan malam. Alam memberi malam ketenangan, tapi tidak memberinya terang siang.
Begitulah hidup tidak ada yang ideal, juga tidak ada manusia yang sempurna. Yang ada itu manusia yang sering mengeluh, karena selalu kurang. Yang mempunyai uang, tapi tidak punya waktu. Yang mempunyai waktu, tapi tidak punya uang. Yang mempunyai jabatan tetap selalu kurang, yang awam tetap selalu diremehkan.
Jangan menunggu sempurna untuk ikhlas bersyukur, mungkin seumur hidup kita tidak akan bisa. Karena di dunia tidak ada yang mempunyai segalanya. Syukuri apa yang ada, cukupkan dengan yang kita punya, mulai, berjuang dan berusaha itu sudah cukup membuat hati ini bersyukur dan bersukacita. Selebihnya percayakan pada Tuhan semua akan indah pada waktunya.
Deo gratias.
Rm. RP Rio, Scj
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.