Pemberikan Diri bagi Sesama

“Penyerahan diri kepada Tuhan membuka ruang bagi rahmat. Kasih-Nya mengubah pengorbanan menjadi terang.”

Bapa Yang Maharahim,
SabdaMu hari ini mengingatkan kami bahwa mengikuti Yesus bukan sekadar mengagumi-Nya atau memiliki niat baik. Mengikuti-Nya berarti menyerahkan hati sepenuhnya kepada-Mu.

Dalam Injil, Yesus berbicara terus terang tentang harga pemuridan. Untuk mengikutiNya, kami harus mengasihiNya di atas segala-galanya, memikul salib setiap hari, dan bersedia melepaskan apa pun yang menghalangi kami untuk menjadi milikNya sepenuhnya.

Tuhan Yesus, ketika Engkau meminta kami meninggalkan segala sesuatu, bukan berarti kami harus berhenti mengasihi keluarga atau mengabaikan tanggung jawab kami. Engkau mengajar kami untuk mengutamakanMu, agar kami mampu mengasihi sesama dengan lebih bebas, tanpa keegoisan dan kelekatan yang berlebihan.

Roh Kudus, bekerjalah dalam diri kami, sebagaimana Santo Paulus mengingatkan, agar kami memiliki kerinduan sekaligus kekuatan untuk melakukan kehendak Allah. Ajarlah kami bercahaya seperti bintang-bintang di dunia, dengan berpegang teguh pada Sabda Kehidupan.

Hari ini, ketika kami mengenang St. Karolus Borromeus, tuntunlah kami melalui teladannya dalam kerendahan hati, kesederhanaan, dan pengabdian sebagai gembala. Ia rela melepaskan kenyamanan dan hak istimewanya demi melayani umatMu, terutama mereka yang miskin dan menderita.

Bapa, berilah kami keberanian untuk menerima harga pemuridan, bukan dengan ketakutan, melainkan dengan kasih. Jangan biarkan kami lebih erat menggenggam harta, ambisi, dan kenyamanan daripada menggenggam Kristus sendiri.

Sebab Engkaulah terang dan keselamatan kami. Bersama-Mu, kami tidak perlu takut.

Semoga hidup kami menjadi persembahan yang penuh sukacita, memancarkan kasih Kristus yang telah memberikan segalanya bagi kami di kayu salib.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)