Undangan Pesta Kasih Tuhan

“Allah ingin memenuhi ruang perjamuan-Nya dan hati kita dengan sukacita Putra-Nya.”
Allah yang Maha Rahim, Engkau telah menyediakan sebuah perjamuan besar bagi kami, dan undangan-Mu sungguh luar biasa. Engkau mengundang kami bukan sekadar menerima segala berkat-Mu, melainkan untuk mengambil bagian dalam kehidupan dan sukacita Putra-Mu terkasih.
Paulus memperlihatkan hati Yesus. Walaupun memiliki rupa Allah, Ia merendahkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan taat sampai wafat di kayu salib. Inilah pikiran dan hati Kristus: kasih yang tidak menahan apa pun bagi diri-Nya sendiri, kerendahan hati yang menempatkan kehendak Bapa di atas segala-galanya.
Kini kasih yang sama itulah yang Engkau tawarkan kepada kami.
Dalam Injil, Yesus menceritakan orang-orang yang diundang justru mulai mencari-cari alasan untuk tidak datang. Harta milik, pekerjaan, dan urusan pribadi menjadi lebih penting daripada menerima undangan itu. Betapa mudahnya kami melakukan hal yang sama! Kami mungkin percaya kepada-Mu, tapi membiarkan kesibukan, ambisi, dan berbagai keterikatan mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik-Mu.
Bapa, ampunilah kami, ketika menganggap remeh undangan-Mu. Engkau tidak meminta kami meninggalkan tanggung jawab hidup, tapi menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, dan Engkau sebagai pusat kehidupan kami.
Pemazmur memberi gambaran sukacita mereka yang berkumpul di hadapan-Mu: orang-orang miskin akan makan dan dikenyangkan, dan segala ujung bumi akan berbalik kepada-Mu. Perjamuan-Mu adalah perayaan kerahiman, tempat setiap orang disambut, ketika dengan tulus menjawab panggilan-Mu.
Roh Kudus, ubahlah hati kami dan anugerahkanlah kepada kami pikiran dan hati Kristus. Jangan biarkan kami terlalu sibuk untuk mendengar undangan-Mu, terlalu sombong untuk merendahkan diri, atau terlalu teralihkan untuk menyadari anugerah luar biasa yang Engkau tawarkan melalui Yesus.
Segala sesuatu telah siap. Yesus telah lebih dahulu menyerahkan diri-Nya bagi kami. Semoga jawaban kami adalah sebuah: ya, yang sepenuh hati.
Tuhan Yesus, Engkau telah menyerahkan diri-Mu sepenuhnya bagi kami. Ajarilah kami untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.