Refleksi Filosofis:
Keterbatasan Manusia‘Errare Humanum est’

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Manusia yang baik bukanlah karena ia tidak pernah bersalah, melainkan lewat kesalahannya, dia justru akan semakin bijaksana”
(Didaktika Hidup Sadar)

Manusia itu adalah makhluk yang tergolong aneh. Mengapa? Ya, bukankah manusia itu tahu, bahwa dia akan mati; tapi hidupnya justru memperlihatkan seolah-olah dia tidak akan mati. Bahkan tidak jarang, dia ingin jadi sempurna, padahal di sisi lain, dia adalah makhluk yang memang tidaklah sempurna.

Mengapa demikian? Ya, karena makhluk manusia itu sudah didisain demikian. Perlu diingat, bahwa hal ini bukanlah soal cacat produksi.

  • Manusia itu terbatas akal, makanya manusia selalu salah menilai. Dia menilai sesuatu hanya atas dasar pengalaman sesaat. Jadi, janganlah Anda menilai manusia hanya berdasarkan satu peristiwa.
  • Manusia itu terbatas hati, maka ia sering salah dalam mencintai. Manusia pun sering dibatasi oleh keinginannya sendiri. Semisal, Anda mencintai dia yang sering menyakitimu. Dia pun mencintai Anda yang juga sering menyakitinya.
  • Manusia itu terbatas kuasanya, makanya manusia itu sering salah menduga. Bukankah manusia pun sering mendengar ucapan, bahwa semuanya itu bisa diatur? Jika demikian, manusia itu telah bersikap keliru. Karena bukankah ‘turunnya hujan, hilangnya rezeki, dan gagalnya jodoh’ itu kan terjadi di luar kendali manusia?

Apakah Gunanya Pengetahuan Manusia itu Terbatas?

Ya, ‘agar manusia itu berhenti menuntut diri sendiri untuk jadi Tuhan.’

Sedangkan Manusia yang Memahami Esensi dari “Errate Humanum est” justru akan memahami tiga hal berikut ini:

  • Manusia akan bersikap lebih lembut kepada dirinya sendiri. Ia sadar, bahwa dirinya itu memang terbatas.
  • Manusia akan lebih rela memaafkan orang lain. Karena ia, sadar, bahwa orang lain pun terbatas.
  • Manusia pun akan lebih dekat kepada Tuhan. Karena memang milik Tuhanlah kesempurnaan itu.

Kesalahan itu bukanlah tanda kegagalan untuk menjadi manusia, melainjan itu salah satu tanda, bahwa Anda adalah manusia.

Kediri, 3 November 2026