Hidup Saling Mengasihi sebagai Saudara

Kitab Wahyu menyajikan gambaran tentang sebuah penglihatan akan umat dari segala bangsa, kaum, dan bahasa, yang telah setia kepada Sang Anak Domba.
Kita diajak merenungkan, bahwa semua orang, dari berbagai latar belakang, sesungguhnya dipanggil kepada keselamatan. Gambaran ini juga mengajak kita memahami, bahwa kasih Allah itu melampaui perbedaan dan mempersatukan.
Kita dipanggil untuk hidup dalam pengharapan akan Allah yang mempersatukan kita sebagai anak-anak-Nya. Pengharapan ini bukan pengharapan yang egoistis, melainkan yang sekaligus memanggil kita menyadari identitas sebagai sesama anak-anak Allah, yang selayaknya hidup saling mengasihi sebagai saudara.
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang sering membuat kita terasing satu sama lain, kita diajak menggunakan teknologi dengan bijak untuk membangun komunitas, berbagi kebaikan, dan mengembangkan potensi satu sama lain. Kekudusan pada zaman ini berarti memanfaatkan sarana modern untuk memperjuangkan keadilan, kedamaian, dan kemajuan bersama.
Sabda Bahagia menunjukkan jalan kekudusan yang konkret, yaitu rendah hati, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati dan menjadi pembawa damai.
Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang terkadang memicu konflik, kita diajak menghidupi pesan Sabda Bahagia itu dalam interaksi daring. Misalnya, dengan memilih kata-kata yang membangun, bukan menghakimi, atau menggunakan platform digital untuk menggalang bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Kita diundang membawa terang Kristus, juga ke dalam dunia virtual, dunia di mana orang sering kali sudah kehilangan empati, karena tidak lagi langsung bertatapan dengan wajah orang yang membutuhkan pertolongan dan perhatian.
Kekudusan dapat pula tercermin dalam penggunaan teknologi sebagai alat untuk melayani, bukan untuk menonjolkan diri atau ajang narsis, apalagi menciptakan perpecahan.
Tuhan, semoga Engkau membimbing kami untuk hidup dalam kasih dan persatuan, menolak segala bentuk perpecahan, dan mewujudkan keadilan di tengah dunia. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.